<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861</id><updated>2011-10-05T04:20:01.640+07:00</updated><category term='KEBIJAKAN PEMERINTAH'/><category term='metode terapi autisme'/><title type='text'>LEMBAGA  AUTISME  "DALTA OZORA" MADIUN.</title><subtitle type='html'>Lembaga  ini bernama  Lembaga Bina Anak Autisme dan Anak dengan Kebutuhan Khusus DALTA OZORA,yang didirikan oleh Arief Budhi Santoso dan drg Retno Dewi, dengan akta notaris, no 18 tahun 2008. Izin Diknas no 421.9/308/402.107.05/2008</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://autismadiun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-2871498713002787793</id><published>2011-01-06T17:37:00.002+07:00</published><updated>2011-01-06T17:38:13.733+07:00</updated><title type='text'>ASPERGER</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: left;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Tahoma; font-size: 24px; line-height: 36px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align: left;line-height: 150%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Tahoma; "&gt;Autisme kelompok Asperger sering juga disebut sebagai Asperger Syndrome, asal kata dari &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;nama Dr&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; Hans Asperger, seorang dokter anak dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Austria&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dr Hans Asperger mengemukakan tentang gejala anak-anak autisme kelompok ini di tahun 1944. Karena artikelnya dalam bahasa Jerman, barulah pada tahun 1981 dikenal secara internasional setelah Lorna Wing dari Inggris membawanya dalam kongres Autisme dengan bahasa Inggris. Hans Asperger menggambarkan pasien-pasiennya itu adalah anak-anak dengan usia 6 – 12 tahun, tidak mengalami keterlambatan bicara, sangat pandai, tetapi sangat sulit mengikuti pelajaran, dan sangat eksentrik. Hans Asperger menyebut kelompok anak-anak ini dengan nama autistic psychopatic. Tetapi sebutan ini oleh Lorna Wing diganti dengan nama Asperger Syndrome, karena ada kelompok lain yang dikemukakan oleh Kanner dari Amerika di tahun 1943 yang disebut sebagai infantil autism atau autisme masa kanak. Autisme kelompok Dr Kanner ini diketahui 80 persennya mengalami gangguan perkembangan inteligensi yang parah. Sisanya mempunyai inteligensi yang normal namun mengalami gangguan di beberapa area inteligensi yaitu mengalami keterbatasan dalam kemampuan analisa, sintesa, kemampuan abstraksi, dan pemecahan masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma; color:#333333"&gt; Autisme adalah gangguan perkembangan majemuk, yaitu gangguannya dapat mengenai beragam aspek perkembangan seorang anak. Gangguannya tidak hanya menyangkut jumlah berapa aspek yang terkena (secara kuantitatif) tetapi juga beratnya aspek yang terkena (kualitatif). Karena itu gangguan autisme dari satu anak ke anak lain mempunyai gambaran yang beragam. Aspek perkembangan yang terganggu itu adalah gangguan komunikasi (verbal dan non-verbal), interaksi sosial, dan gangguan perilaku (perilakunya repetitif dan stereotipik atau diulang-ulang dengan pola yang sama). Karena begitu beragamnya dan gejalanya berubah bersamaan dengan berjalannya usia, orang menjadi sering kesulitan membaginya secara tegas dalam kelompoknya masing-masing, kemudian orang menyebut semua kelompok autisme itu dengan nama Autism Spectrum Disorder (ASD).&lt;br /&gt;Pada kelompok masa kanak dari Dr Kanner, adalah anak-anak autisme yang mengalami keterlambatan bicara, sebagian besarnya mengalami gangguan inteligensi yang parah, sedang sisanya mempunyai inteligensi yang baik dan dapat berfungsi relatif lebih baik daripada yang mempunyai inteligensi yang parah. Karena itu kelompok yang mempunyai fungsi lebih baik ini disebut sebagai kelompok autisme yang berfungsi tinggi. Sedang dari kelompok itu juga ada anak-anak autisme yang jika dilihat melalui kriteria autisme dari DSM IV, ia tidak memenuhi seluruh kriteria yang tersedia, namun mempunyai batas minimal sejumlah kriteria&lt;a name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8350333#_ftn1" title=""&gt;&lt;span style="mso-bookmark:_ftnref1"&gt;&lt;span style="color:#448888"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-bookmark:_ftnref1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="mso-bookmark:_ftnref1"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;(lihat buku Gangguan Majemuk Autisme PDDNOS, dari Dir. PSLB). Kelompok ini disebut autisme tidak khas atau tidak spesifik yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai PDD-NOS (Pevasive Development – Not Otherwised Specified). Sedang yang memenuhi kriteria autisme tadi disebut sebagai kelompok autisme klasik.&lt;br /&gt;Kelompok autisme Asperger sendiri dalam DSM IV dikelompokkan tersendiri di bawah payung PDD (Pervasive Development Disorder) bersama kelompok yang lain yaitu: Autistic disorder, Asperger’s Disorder, PDD-NOS, Rett’s Disorder, dan Child Integrative Disorder. Ketiga pertama tadi (Autistic Disorder, Asperger’s Disorder, dan PDD-NOS) dijadikan sebuah spectrum bernama Autistic Spectrum Disorder.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma; color:#333333"&gt;Jadi jika kita mendapatkan anak kita dengan diagnosa ASD, artinya kita tidak tahu kelompok anak kita adalah kelompok anak yang mana. Karena ASD merupakan spectrum yang panjang dengan gejala autistik dari yang ringan hingga yang parah. Dengan gangguan yang paling sedikit (dalam batasan diagnosa autisme) pada aspek perkembangannya hingga yang paling banyak. Dari yang mempunyai gangguan perkembangan kognitif yang ringan hingga yang parah.&lt;br /&gt;Sekalipun ada yang mengatakan bahwa kelompok PDD-NOS ataupun Asperger Syndrome adalah kelompok yang mempunyai gangguan yang ringan (bila dibandingkan dengan anggota kelompok PDD lainnya), tetap anak-anak ini mempunyai gangguan perkembangan yang terbilang parah jika dibandingkan dengan kelompok anak normal. Karena ia menyangkut banyak aspek perkembangan yang sifatnya menetap seumur hidup. Karena itu dikatakan bahwa gangguan autisme mempunyai prognosa atau perkiraan ke depan yang kurang menguntungkan dan memerlukan pendampingan terus menerus. Walaupun begitu kelompok Asperger dan PDD-NOS mempunyai prognosa yang lebih baik bila dibandingkan dengan kelompok autisme klasik.&lt;br /&gt;Asperger syndrome sendiri, merupakan salah satu kelompok yang dalam DSM IV dinyatakan sebagai kelompok yang tidak mengalami keterlambatan bicara, dan mempunyai inteligensi yang baik, normal hingga tinggi. Peter Vemuelen (2002) seorang ahli pendidikan anak berkekhususan dari Belgia dalam penelitiannya mendapatkan bahwa pada umumnya anak-anak autisme yang mempunyai inteligensi tinggi ini terdeteksi lebih terlambat bila dibandingkan dengan kelompok anak autisme klasik maupun PDD-NOS. Hal ini disebabkan karena kelompok Asperger Syndrome tidak mengalami keterlambatan bicara. Bahkan saat ia masih kecil seringkali disangka ia seorang anak cerdas istimewa karena sangat mudah menerima instruksi dan pandai. Namun dalam perjalanan sekolahnya saat sudah masuk ke sekolah dasar ia mengalami kesulitan karena keterbatasannya dalam kemampuan kreativitas, imajianasi dan fantasi, abstraksi, serta kemampuan pemecahan masalah.&lt;br /&gt;Kelompok Asperger memang mempunyai keluarbiasaan tersendiri, banyak diantaranya yang mampu sampai jenjang universitas, bahkan menjadi doktor. Namun mempunyai bidang minatan yang sempit, dan sifatnya hanya mengkopi, menerima ilmu, menyimpannya, dan menampilkannya kembali. Jika mengamati hasil tes inteligensianya, akan nampak bahwa ia akan mendapatkan skor pada subtes informasi dalam verbal IQ yang sangat tinggi, tetapi kurang dalam kemampuan analisis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma; color:#333333"&gt;Webb dkk (2005) menjelaskan bahwa pada dasarnya penyandang Asperger yang mempunyai kemampuan dan inteligensi yang tinggi mempunyai kesamaan dengan kelompok cerdas istimewa (gifted children), yaitu :&lt;br /&gt;- Kedua kelompok (Asperger dan cerdas istimewa) sama-sama mempunyai memori luar biasa dan kemampuan bicara yang baik;&lt;br /&gt;- mereka juga sama-sama selalu menanyakan sesuatu secara terus menerus;&lt;br /&gt;- mereka membicarakan suatu bidang yang intelektual, dan sejak kecil mereka sudah mulai melakukannya;&lt;br /&gt;- mereka sangat cepat menerima sesuatu yang diminatinya, selalu mencari tentang fakta-fakta dan pengetahuan tentang apa yang menjadi minatnya itu, sekalipun demikian seorang penyandang Asperger tidak membuat hubungan dengan makna yang ada dalam fakta dan pengetahuan itu;&lt;br /&gt;- kedua kelompok sangat menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan, sekalipun pada Asperger hal itu lebih kepada hal yang menurutnya logik daripada sesuatu yang menyangkut pada masalah yang emosional;&lt;br /&gt;- kedua kelompok baik kelompok Asperger maupun kelompok cerdas istimewa mempunyai masalah konsentrasi karena mereka hanya ingin terfokus pada apa yang memang mereka ingin fokuskan sehingga diluar itu mereka mengalami kesulitan berkonsentrasi;&lt;br /&gt;- kedua kelompok sama-sama mempunyai rasa humor yang datar/halus, mudah terangsang dengan stimulus (misalnya suara), tekstur, cahaya, bau-bauan, dan rasa;&lt;br /&gt;- kedua kelompok sering dipandang oleh orang lain sebagai anak yang sangat halus, rentan, sensitif, dan berbeda;&lt;br /&gt;- keduanya mempunyai pola perkembangan yang asinkroni (pada kelompok Asperger kondisi asinkroninya akan sangat ekstrim nampak pada perilakunya yang lebih aneh dan lebih bagai potongan puzzle yang tidak tahu dimana tempat yang pas baginya) ;&lt;br /&gt;- keduanya mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan model pendidikan konvensional;&lt;br /&gt;- keduanya mempunyai masalah pada ketrampilan sosial, merasa tidak nyaman di tengah orang banyak;&lt;br /&gt;- keduanya mempunyai kepribadian yang menarik diri.&lt;br /&gt;Sekalipun ada persamaannya namun juga ada perbedaannya. Jika kita mencari-cari persamaannya kita akan menemukan persamaannya yang luar biasa banyak. Namun agar kita tepat memberikan pendidikannya, pengasuhan, dan intervensinya, perlu dilihat apa saja perbedaannya. Dalam hal ini Webb dkk (2005) juga memberikan acuannya.&lt;br /&gt;Sebetulnya memang akan sangat sulit melihat perbedaan antara keduanya, sebab persamaannya memang banyak. Apalagi baik anak cerdas istimewa maupun anak Aspeger seringkali juga diikuti dengan gejala-gejala gangguan lainnya, seperti ADHD dan OCD (Obsessive Compulsive Disorder), yang menyebabkan penegakan diagnosa menjadi semakin sulit. Sekalipun demikian, kita tetap perlu mengingat bahwa perkembangan seorang anak cerdas istimewa yang secara alamiah memang mengalami perkembangan yang tidak sinkron, dapat menyebabkan pola perilaku yang sering dipandang aneh, tidak sebagaimana anak normal. Namun pola perkembangan yang aneh ini pada anak-anak cerdas istimewa akan mengalami normalisasi perkembangan saat menjelang pubertas. Sementara itu pada kelompok Asperger akan mengalami gangguan yang kronis, terus menerus dan akan dibawanya hingga dewasa dan tua.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height:150%"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma; color:#333333"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-2871498713002787793?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://autismadiun.blogspot.com/feeds/2871498713002787793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5063834624729816861&amp;postID=2871498713002787793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/2871498713002787793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/2871498713002787793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2011/01/asperger.html' title='ASPERGER'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-8632553702083981239</id><published>2010-09-28T20:24:00.000+07:00</published><updated>2010-09-28T20:25:56.145+07:00</updated><title type='text'>PERBEDAAN CARA BELAJAR (KESULITAN BELAJAR)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial; color:black"&gt;Kesulitan Belajar atau "Learning Disabilities, LD" adalah hambatan/gangguan belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh adanya kesenjangan yang signifikan antara taraf intelegensi dan kemampuan akademik yang seharusnya dicapai.&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan oleh gangguan di dalam sistem saraf pusat otak (gangguan neurobiologis) yang dapat menimbulkan gangguan perkembangan seperti gangguan perkembangan bicara, membaca, menulis, pemahaman, dan berhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak ditangani dengan baik dan benar akan menimbulkan berbagai bentuk gangguan emosional (psikiatrik) yang akan berdampak buruk bagi perkembangan kualitas hidupnya di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepekaan orangtua, guru di sekolah serta orang-orang di sekitarnya sangat membantu dalam mendeteksinya, sehingga anak dapat memperoleh penanganan dari tenaga profesional sedini dan seoptimal mungkin, sebelum menjadi terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan Belajar kadang-kadang tidak terdeteksi dan tidak dapat terlihat secara langsung. Setiap individu yang memiliki kesulitan belajar sangatlah unik. Seperti misalnya, seorang anak "dyslexia", yang sulit membaca, menulis dan mengeja, tetapi sangat pandai dalam matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, individu dengan kesulitan belajar memiliki intelegensi rata-rata bahkan diatas rata-rata. Seseorang terlihat "normal" dan tampak sangat cerdas tetapi sebaliknya ia mengalami hambatan dan menunjukkan tingkat kemampuan yang tidak semestinya dicapai dibandingkan dengan yg seusia dengannya.&lt;br /&gt;Walau demikian, individu dengan kesulitan belajar bisa sukses di sekolah, di dunia kerja, dalam hubungan antar-individu, dan di dalam masyarakat bila disertai dengan dukungan dan perhatian yang tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-family:Arial; color:black"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deteksi Dini Kesulitan Belajar&lt;br /&gt;Tanda-tanda Kesulitan Belajar sangat bervariasi dan tergantung pada usia anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Usia Pra-Sekolah:&lt;br /&gt;-Keterlambatan berbicara jika dibandingkan dengan anak seusianya&lt;br /&gt;-Adanya kesulitan dalam pengucapan kata&lt;br /&gt;-Kemampuan penguasaan jumlah kata yang minim&lt;br /&gt;-Seringkali tidak mampu menemukan kata yang sesuai untuk suatu kalimat&lt;br /&gt;-Kesulitan untuk mempelajari dan mengenali angka, huruf dan nama-nama hari&lt;br /&gt;-Mengalami kesulitan dalam menghubung-hubungkan kata dalam suatu kalimat&lt;br /&gt;-Kegelisahan yang sangat ekstrim dan mudah teralih perhatiannya&lt;br /&gt;-Kesulitan berinteraksi dengan anak seusianya&lt;br /&gt;-Menunjukkan kesulitan dalam mengikuti suatu petunjuk atau rutinitas tertentu&lt;br /&gt;-Menghindari pekerjaan tertentu seperti menggunting dan menggambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Usia Sekolah:&lt;br /&gt;-Daya ingatnya (relatif) kurang baik&lt;br /&gt;-Sering melakukan kesalahan yang konsisten dalam mengeja dan membaca. Misalnya huruf d dibaca b, huruf w dibaca m. (buku dibaca duku)&lt;br /&gt;-Lambat untuk mempelajari hubungan antara huruf dengan bunyi pengucapannya&lt;br /&gt;-Bingung dengan operasionalisasi tanda-tanda dalam pelajaran matemetika, misalnya tidak dapat membedakan antara tanda – (minus) dengan +(plus) , tanda + (plus) dengan x (kali), dan lain-lain.&lt;br /&gt;-Sulit dalam mempelajari keterampilan baru, terutama yang membutuhkan kemampuan daya ingat&lt;br /&gt;-Sangat aktif dan tidak mampu menyele-saikan satu tugas atau kegiatan tertentu dengan tuntas&lt;br /&gt;-Impulsif (bertindak sebelum berpikir)&lt;br /&gt;-Sulit konsentrasi atau pehatiannya mudah teralih&lt;br /&gt;-Sering melakukan pelanggaran baik di sekolah atau di rumah&lt;br /&gt;-Tidak bertanggung jawab terhadap kewajibannya&lt;br /&gt;-Tidak mampu merencanakan kegiatan sehari-harinya&lt;br /&gt;-Problem emosional seperti mengasingkan diri, pemurung, mudah tersinggung atau acuh terhadap lingkungannya&lt;br /&gt;-Menolak bersekolah&lt;br /&gt;-Mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau rutinitas tertentu&lt;br /&gt;-Ketidakstabilan dalam menggenggam pensil/pen&lt;br /&gt;-Kesulitan dalam mempelajari pengertian tentang hari dan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Usia Remaja dan Dewasa:&lt;br /&gt;-Membuat kesalahan dalam mengeja berlanjut hingga dewasa&lt;br /&gt;-Sering menghindar dari tugas membaca dan menulis&lt;br /&gt;-Kesulitan dalam menyimpulkan suatu bacaan&lt;br /&gt;-Kesulitan menjawab suatu pertanyaan yang membutuhkan penjelasan lisan dan/atau tulisan&lt;br /&gt;-Kemampuan daya ingat lemah&lt;br /&gt;-Kesulitan dalam menyerap konsep yang abstrak&lt;br /&gt;-Bekerja lamban&lt;br /&gt;-Bisa kurang perhatian pada hal-hal yang rinci atau bisa juga terlalu fokus kepada hal-hal yang rinci&lt;br /&gt;-Bisa salah dalam membaca informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu dengan Kesulitan Belajar atau Learning Disabilities (LD) membutuhkan ...&lt;br /&gt;- Identifikasi sedini mungkin&lt;br /&gt;- Tes dan observasi untuk memper-oleh gambaran apa yang menjadi kekuatan dan kelemahannya&lt;br /&gt;- Rencana Pembelajaran Individual (Individual Education Program/IEP)&lt;br /&gt;- Dukungan dari orangtua dan guru (pendidik) yang memahami kesulitan belajar&lt;br /&gt;- Konseling dari profesional terkait&lt;br /&gt;- Pengembangan kemampuan dan ketrampilan untuk mandiri&lt;br /&gt;- Pendidikan kejuruan dan pelatihan kerja&lt;br /&gt;- Memiliki atasan yang dapat memahami keadaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Cuplikan dari&lt;br /&gt;- National Institute of&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;Health,&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;USA.&lt;br /&gt;- Learning Disabilities Association of&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;America&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-8632553702083981239?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://autismadiun.blogspot.com/feeds/8632553702083981239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5063834624729816861&amp;postID=8632553702083981239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/8632553702083981239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/8632553702083981239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2010/09/perbedaan-cara-belajar-kesulitan.html' title='PERBEDAAN CARA BELAJAR (KESULITAN BELAJAR)'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-1307316571550189994</id><published>2010-05-08T20:05:00.000+07:00</published><updated>2010-05-08T20:10:59.460+07:00</updated><title type='text'>DIAGNOSIS BANDING GANGGUAN SPEKTRUM AUTISM</title><content type='html'>• Referensi baku yang dipakai untuk menjelaskan jenis autisme adalah standar Amerika DSM revisi keempat (Diagnostic and Statistical Manual) yang memuat kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan diagnosa autisme.&lt;br /&gt;• Diagnosa ini hanya dapat dilakukan oleh tim dokter atau praktisi ahli bersadarkan pengamatan seksama terhadap perilaku anak autisme dan disertai konsultasi dengan orang tua anak.&lt;br /&gt;• Pada kenyataanya, sangat sulit untuk membagi kategory atau jenis autisme mengingat tjarang ditemukan antara satu dan lain penyandang autisme yang mempunyai gejala yang sama. Setiap penyandang autisme mempunyai ke-’khas’-annya sendiri sendiri. Dengan kata lain ada 1001 jenis atau mungkin satu juta satu jenis autisme di dunia ini yang tidak dapat diperinci satu persatu.&lt;br /&gt;• Istilah yang lazim dipakai saat ini oleh para ahli adalah ‘kelainan spektrum autisme’ atau ASD (Autism Spectrum Disorder).&lt;br /&gt;• Anak yang telah didiagnosa dan masuk dalam kategori PDD mempunyai persamaan dalam hal kekurang mampuan bersosialisasi dan berkomunikasi akan tetapi tingkat kelainan-nya (spektrum-nya) berbeda satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;• Terdapat begitu banyaknya jenis atau ciri penyandang autism, sehingga lebih berupa rangkaian dari kelabu muda sekali hingga kelabu tua sekali (sangat bervariasi).&lt;br /&gt;• Penggunaan istilah autism berat/parah dan autism ringan dapat menyesatkan karena jika dikatakan berat atau parah orang tua dapat merasa frustasi dan berhenti berusaha karena merasa tidak ada gunanya lagi. Sebaliknya jika dikatakan ringan atau tidak parah maka orang tua merasa senang dan juga dapat berhenti berusaha karena merasa anaknya akan sembuh sendiri.&lt;br /&gt;• Pada kenyataannya, baik ringan ataupun berat, tanpa penanganan terpadu dan intensif, penyandang autisme sulit mandiri. Meskipun sejauh nini belum ada pembagian tegas untuk menunjukkan derajat autism, apakah ringan, sedang atau berat.&lt;br /&gt;Agar dapat membantu melihat beberapa kelompok besar spektrum autisme yang ada, dapat dilihat dari kategori utama dibawah ini:&lt;br /&gt;Gangguan Perkembangan Pervasif (Pervasive Developmental Disorders /PDD) terdiri dari beberapa jenis PPD di antaranya adalah :&lt;br /&gt;1. Autism&lt;br /&gt;2. Aspergers&lt;br /&gt;3. Retts&lt;br /&gt;4. Childhood Disintegrative Disorder (CDD)&lt;br /&gt;5. Gangguan pervasive opada masa kanak-kanak (Pervasive Developmental Disorder) or Not Otherwise Specified (PDD:NOS)&lt;br /&gt;Beberapa perbedaan antara Autis, Aspergers, Retts, Gangguan disintegratif padamasa kanak (Childhood Disintegrative Disorder /CDD), Pervasive Developmental Disorder or Not Otherwise Specified (PDD:NOS adalah :&lt;br /&gt;AUTISM&lt;br /&gt;• Ketidakmampuan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.&lt;br /&gt;• Sampai dengan umur 3 tahun mempunyai daya imajinasi yang tinggi dalam bermain dan mempunyai perilaku, minat dan aktifitas yang unik (aneh).&lt;br /&gt;• Dikategorikan sebagai ketidak mampuan dalam bersosialisasi dan mempunyai minat dan aktifitas yang terbatas tanpa adanya keterlambatan dalam kemampuan berbicara. Kecerdasannya berada pada tingkat normal atau diatas normal.&lt;br /&gt;• Terdapat 6 GEJALA UTAMA AUTISM1. Kegagalan untuk mengembangkan khidupan sosial normal2. Gangguan bicara, Bahasa dan komunikasi3. Abnormal Relationships to Objects and Events4. Respon tidak normal terhadap stimulasi sensoris5. Perbedaan perkembangan dan keterlambatan perkembangan6. Dimulai selama usia bayi atau anak&lt;br /&gt;SINDROM RETT’S&lt;br /&gt;• Sindrom Rett adalah penyakit degeneratif, ketidakmampuan yang semakin hari semakin parah (progresif).&lt;br /&gt;• Hanya menimpa anak perempuan. Pertumbuhan normal lalu diikuti dengan kehilangan keahlian yang sebelumnya telah dikuasai dengan baik- khususnya kehilangan kemampuan menggunakan tangan yang kemudian berganti menjadi pergerakan tangan yang berulang ulang (seperti mencuci tangan) mulai pada umur 1 hingga 4 tahun.&lt;br /&gt;• Gejala dapat dimulai usia 6 bulan hingga usia 18 bulan&lt;br /&gt;• Pertumbuhan kepala lambat&lt;br /&gt;• Kehilangan kemampuan menggunakan gerakan tangan&lt;br /&gt;• Berkembang seperti gejala khas autism&lt;br /&gt;GANGGUAN DISINTEGRATIF PADA KANAK-KANAK (Childhood Disintegrative Disorder /CDD)&lt;br /&gt;• Pertumbuhan yang normal pada usia 1 sampai 2 tahun kemudian kehilangan kemampuan yang sebelumnya telah dikuasai dengan baik.&lt;br /&gt;• Anak berkembang normal dalam usia 2 tahun pertama(seperti : kemampuan kominukasi, sosial, bermain dan perilaku), namun secara bermakna kemampuan itu terganggu sebelum usia 10 tahun, yang tergangggu diantaranya adalah kemampuan :BahasaKemampuan sosialKemampuan buang air besar dan buang air kecil di toiletBermainKemampuan motorik&lt;br /&gt;• Gejala tambahan, menunjukkan fungus abnormal sedikitnya dua hal dari :Interaksi sosial&lt;br /&gt;• Komunikasi Pola perilaku terbatas : perhatian dan aktifitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINDROM ASPERGER’S&lt;br /&gt;• Asperger’s Syndrome gejala khas yang timbul adalah gangguan intteraksi sosial ditambah gejala keterbatasan dan pengulangan perilaku, ketertarikan dan aktifitasis.&lt;br /&gt;• Mempunyai gangguan kualitatif dalam interaksi sosial, sedikitnya dua gejala dari Ditandai dengan gangguan penggunaan beberapa komunikasi non verbal (mata, pandangan, ekspresi wajah, sikap bada, gerak isyarat)&lt;br /&gt;• Tidak bisa bermain dengan anak sebayaGangguan dalam menikmati minat atau keberhasilankurangnya hubungan sosial dan emosional&lt;br /&gt;GANGGUAN PERKEMBANGAN PERVASIF (Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified / PDD-NOS)&lt;br /&gt;• Biasa disebut Autis yang tidak umum dimana diagnosis PDD-NOS dapat dilakukan jika anak tidak memenuhi kriteria diagnosis yang ada (DSM-IV) akan tetapi terdapat ketidakmampuan pada beberapa perilakunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-1307316571550189994?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://autismadiun.blogspot.com/feeds/1307316571550189994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5063834624729816861&amp;postID=1307316571550189994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/1307316571550189994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/1307316571550189994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2010/05/diagnosis-banding-gangguan-spektrum.html' title='DIAGNOSIS BANDING GANGGUAN SPEKTRUM AUTISM'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-3113305260574451223</id><published>2009-11-09T19:51:00.000+07:00</published><updated>2009-11-09T19:54:30.780+07:00</updated><title type='text'>HYPERTONIA</title><content type='html'>hypertonia adalah suatu kondisi abnormal dari kekuatan otot dan berkurangnya kemampuan otot untuk berkontraksi. Hypertonia juga juga bisa dikatakan kelemahan dari otot (dalam bergerak, bekerja, menekan  dll ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hypotonia bukan merupakan suatu gangguan medis tertentu, namun dapat menimbulkan beberapa gangguan dan gejala dalam gerak kontrol dari otot dan kekuatan otot dalam melakukan aktifitas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hypertonia juga merupakan kondisi abnormal dari kekuatan otot untuk menekan, dan berkurangnya kekuatan otot dalam melakukan gerak tertentu. Penyebab dari kondisi ini adanya injury pada bagian tertentu dari susunan syaraf pusat, yang berfungsi untuk membawa informasi dari susunan syaraf pusat ke  otot, kontrol gerak tubuh, kekuatan otot dan gerak refleks. Ketika injury ini terjadi pada usia dibawah usia 2 tahun, dapat menyebabkan terjadinya cerebral palsy.&lt;br /&gt;Kondisi hypertonia ini dapat mengakibatkan beberapa gerakan individu yang menyandang hypertonia, kesulitan dalam melakukan gerak tertentu. Kondisi hypertonia yang tidak mendapatkan terapi atau intervensi, akan mengakibatkan berkurangnya kualitas hidup dan hilangnya kemampuan fungsi gerak motor dalam melakukan aktifitas sehari-hari. &lt;br /&gt;Kemungkinan yang timbul dari hypertonia yang diakibatkan dari benturan, ialah, kekakuan otot, kontraksi otot yang berkepanjangan, gerak repetitif (berulang-ulang), dan posture yang abnormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Treatment yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa diberikan dengan terapi medis, melalui oral, seperti diazepam, baclofen untuk mengurangi kekakuan otot. Sedangkan bagi cerebral palsy, dapat menggunakan injeksi botulinum toxin.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk terapi yang lain, digunakan latihan otot, kekuatan otot dengan okupasi terapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEVELOPMENTAL DELAY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu keterlambatan dari perkembangan anak secara umum dengan menggunakan perbandingan antara usia mental dan usia kronologis (usia kalender) dari anak.&lt;br /&gt;Adakalanya dipergunakan istilah mental retardasi, tidak keterlambatan perkembangan, namun bagi kasus yang mengalami keterlambatan permanen.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, hampir semua anak, merangkak pada usia 6 bulan dan mulai berjalan pada pertengahan usia satu tahun.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-3113305260574451223?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://autismadiun.blogspot.com/feeds/3113305260574451223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5063834624729816861&amp;postID=3113305260574451223' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/3113305260574451223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/3113305260574451223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2009/11/hypertonia.html' title='HYPERTONIA'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-2145416491011382778</id><published>2009-03-09T20:56:00.000+07:00</published><updated>2009-03-09T20:58:34.743+07:00</updated><title type='text'>INFO TENTANG INKLUSI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="DA" style="font-size:16.0pt;mso-ansi-language:DA"&gt;Pendidikan Inklusi Pada Sekolah Dasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span lang="DA" style="font-size:16.0pt;mso-ansi-language:DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;Pendidikan inklusi merupakan perkembangan terkini dari model pendidikan yang menyatakan bahwa semua anak seharusnya mendapatkan pendidikan tanpa memandang kesulitan atau perbedaan yang mungkin ada pada mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="DA" style="font-size:14.0pt;line-height:150%;mso-ansi-language:DA"&gt;Model pendidikan yang ada selama ini&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dapat dikategorikan menjadi model pendidikan Segresi dan dan model pendidikan mainstreaming.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="DA" style="font-size:14.0pt;line-height:150%;mso-ansi-language:DA"&gt;Model pendidikan segresi menempatkan anak berkelainan disekolah khusus, terpisah dari teman sebayanya. Sekolah ini memiliki kurikulum, metode mengajar, dan guru khusus. Menurut Reynolds dan Birch (1998), antara lain menegaskan bahwa pendidikan segresif ini tidak menjamin kesempatan anak berkelainan mengembangkan potensi secara optimal, terutama dari sisi sosialisasi dan kemampuaan berinterakasi dengan lingkungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;Untuk itu dalam metode segresi ini, masih diperlukan beberapa hal yang sangat perlu dilakukan, yaitu dengan memperkenalkan metode klasikal, sebagai masa transisi sebelum anak mendapatkan layanan pendidikan formal di sekolah, dalam hal ini sekolah dasar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;Perpaduan antara metode segresi dan klasikal ini, dapat menjadi masa transisi dari sekolah dengan kebutuhan khusus ke jenjang yang lain, yaitu mainstreaming.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span lang="DA" style="font-size:14.0pt;line-height:150%;mso-ansi-language:DA"&gt;Model layanan selanjutnya ialah model mainstreaming, pola pendidikan dengan menempatkan anak dengan kebutuhan khusus, untuk ‘belajar’ pada sekolah formal. Terutama bagi anak-anak yang sudah memiliki kemampuan yang setara dengan anak seusianya, seperti memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung, konsep-konsep dasar, mengenai warna, bentuk, dll, perilaku yang relatif ‘terkendali’, serta kemampuan dasar untuk berkomunikasi dua arah. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;Sedangkan bagi anak yang masih memiliki kendala di perilaku dan emosi, dapat dibantu dengan Guru Pembimbing Khusus, yang menjadi pendamping anak selama berada didalam kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;LANDASAN PENDIDIKAN INKLUSI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family: Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;LANDASAN FILOSOFIS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family: Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;LANDASAN YURIDIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family: Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;LANDASAN PEDAGOGIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family: Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;LANDASAN EMPIRIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:18.0pt;text-align:justify;line-height: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;LANDASAN FILOSOFIS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;Landasan ini menyatakan bahwa dari individu yang berkelainan pastilah terdapat keunggulan-keunggulan tertentu, sebaliknya didalam diri individu berbakat, pasti juga terdapat ‘kecacatan’ tertentu. Kecacatan dan keunggulan tidak menghalangi peserta didik untuk saling berinteraksi, dan mengembangkan sikap saling asah,asih, asuh dengan semangat tolerensi, seperti halnya yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;LANDASAN YURIDIS &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;Landasan yuridis internasioanal menerapkan pendidikan inkusif adalah deklarasi PBB tentang HAM, yang memberikan kesempatan yang sama bagi individu berkelainan untuk memperoleh pendidikan yang integral dari sistem pendidikan yang ada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;Sedangkan di Indonesia penerapan pendidikan inklusi dijamin oleh Undang-undang nomor 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional, menyatkan bahwa penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik berkelainan dan kecerdasan luar biasa, diselenggarakan secara merata disemua sektor pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;LANDASAN PEDAGOGIS. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;Dengan landasan ini, diharapkan setiap inidividu dapat menjadi menjadi orang yang demokratis, bertanggung jawab, menghargai perpedaan dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat, dimana hal ini mustahil tercapai bila individu ditempatkan pada sekolah khusus, tanpa di sosialisasikan pada sekolah formal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;LANDASAN EMPIRIS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;Beberapa peneliti kemudian memberikan gambaran bahwa anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus, tidak efektif dan diskriminatif, layanan ini merekomendasikan agar pendidikan khusus secara segresif hanya diberikan terbatas berdasarkan hasil identifikasi yang tepat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-2145416491011382778?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://autismadiun.blogspot.com/feeds/2145416491011382778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5063834624729816861&amp;postID=2145416491011382778' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/2145416491011382778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/2145416491011382778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2009/03/info-tentang-inklusi.html' title='INFO TENTANG INKLUSI'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-8310622546897951204</id><published>2008-11-22T15:21:00.000+07:00</published><updated>2008-11-22T15:22:32.023+07:00</updated><title type='text'>Gifted" Sekaligus Kesulitan Belajar (Suatu Keistimewaan Ganda Pada Seorang Anak)</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Seorang anak, Fathur namanya, memiliki perkembangan yang sangat lamban. Dalam usia dua tahun ia belum bisa mengucapkan sepatah kata pun. Bahkan kata yang sederhana dan mudah seperti "mama" atau "papa". Ia juga begitu sedikit menunjukkan kemampuannya berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Bahkan ia seperti tak menghiraukan sama sekali lingkungannya. Kecuali ekspresi untuk menunjukkan keinginannya, tak ada bentuk komunikasi apa pun yang ia tunjukkan kepada siapa pun di sekitar dia. Sepanjang hari, ia hanya berlarian ke sana ke mari di ruang tamu dan sekitar rumahnya. Padahal, anak-anak seangkatannya sudah ngoceh dan mengekspresikan kelucuan kanak-kanaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Melihat kejanggalan dalam perkembangan itu, orangtua Fathur yang berdomisili di Jakarta pergi ke seorang dokter dan mendapat jawaban bahwa Fathur menunjukkan indikasi autisme. Atas saran sang dokter, mereka memasukkan Fathur ke Pusat Terapi Autis. Selang tujuh bulan Fathur mengalami cukup banyak perkembangan. Ia mulai bisa sedikit berkomunikasi dan berbaur dengan lingkungannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Belum merasa puas dengan perkembangan yang didapat, orangtua Fathur membawa sang anak kepada seorang psikolog di Semarang dimana ia mendapat kejutan bahwa anak kesayangannya memiliki kemampuan yang luar biasa. Setelah diperiksa secara intensif selama dua hari dengan metode tertentu, diketahuilah bahwa Fathur memiliki IQ melebihi 145! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ia juga memiliki kreativitas dan motivasi (task commitment) yang sungguh- sungguh luar biasa. Konsentrasinya sangat hebat. Bahkan jiwa kepemimpinannya sudah mulai nampak. Rupanya Fathur adalah seorang anak yang "gifted". Ia berkemampuan belajar sangat tinggi namun, sekaligus memiliki ketidakmampuan untuk belajar (learning disabled).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Lho? Tentu tidak mudah membayangkan keadaan itu. Bagaimana mungkin seorang anak yang berkemampuan belajar tinggi namun sekaligus memiliki ketidakmampuan dalam belajar?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kategori Gifted-Learning Disabled Pada mulanya diyakini bahwa anak gifted adalah mereka yang mempunyai skor IQ yang tinggi dan mempunyai prestasi sekolah baik. Namun belakangan permasalahan tersebut menjadi lebih kompleks dengan adanya pertanyaan mengenai anak berkemampuan tinggi yang juga mempunyai kesulitan dalam belajar (Brody &amp;amp; Mills, 1997).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Memang tidak mudah untuk menjelaskan ciri-ciri tipikal anak-anak gifted-learning disabled (G/LD) karena terdapat banyak tipe pada berkemampuan (giftedness) dan banyak pula kemungkinan berketidakmampuan (learning diabilities). Problem terbesar dalam mengidentifikasi hal tersebut adalah, seringkali antara ketidakmampuan (disabilities) dan berkemampuan (giftedness) saling menutupi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Secara umum, seorang anak berkemampuan yang sekaligus memiliki ketidakmampuan belajar (gifted/learning disabled atau G/LD) ditandai dengan kelebihan pada beberapa hal dan ketidakmampuan pada hal yang lain. Mereka secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pertama, anak-anak berbakat yang memiliki beberapa kesulitan dalam belajar di sekolah dan sering dikatakan sebagai anak yang underachiever. Kelompok ini mudah teridentifikasi sebagai anak gifted atau berbakat karena memiliki prestasi tinggi atau punya skor IQ yang tinggi, yang dalam perkembangan selanjutnya terjadi kesenjangan yang besar antara harapan dengan prestasi yang ia capai. Anak pada kelompok ini mungkin akan mengejutkan dengan kemampuan verbal yang sangat bagus, sementara ia mengalami kesulitan besar pada kemampuannya menulis dan dikte. Kadang kala mereka amat pelupa, ceroboh, dan disorganized, sehingga pada tingkat lanjutan pertama, di mana tuntutan semakin tinggi maka makin sulitlah mereka untuk berprestasi. Mereka dapat mengatasi kesulitan dengan usaha keras, namun kenyataannya banyak dari mereka tidak tahu cara untuk mengatasinya, karena dikategorikan sebagai anak berkemampuan tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Kelompok kedua, adalah anak-anak yang diketahui berkesulitan belajar, dan tidak pernah teridentifikasi sebagai anak gifted. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Ketidaktepatan pengukuran dan atau tertekannya skor IQ sering menyebabkan dugaan yang keliru (underestimation) pada kemampuan intelektualnya. Jika bakat yang luar biasa tidak diketahui, maka kelebihan-kelebihannya tidak pernah menjadi fokus dalam pendidikannya, sehingga tidak pernah teraktualisasikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Kelompok ketiga, adalah anak yang tidak teridentifikasi sebagai anak berbakat maupun sebagai anak berkesulitan belajar. Mereka lebih nampak sebagai anak yang berprestasi rata-rata. Kemampuan inteligensi yang tinggi seringkali membantu kesulitan atau kelemahannya, sehingga anak ini tidak teridentifikasi sebagai anak bergangguan. Di sini superioritas kemampuannya menutupi kelemahannya. Sebaliknya, kelemahannya menutupi kelebihannya. Bakat atau talenta yang dimiliki kemungkinan dapat berkembang bila terstimulasi oleh situasi kelas yang diajar oleh guru yang menggunakan metode belajar yang kreatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Kelompok terakhir ini mungkin kelompok terbesar. Mereka berprestasi pada level yang tidak menguntungkan, jauh di bawah potensi yang dimilikinya (Baum, 1990; Broudy &amp;amp; Mills, 1997).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;KarakteristikAnakG/LD&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak dengan keistimewaan ganda ini adalah suatu tipikal pelajar yang seringkali dikarakteristikkan sebagai anak yang cerdas, tapi mempunyai problem sekolah. Keadaan ini diikuti oleh perasaan frustrasi, agresif, ceroboh dan sering tidak mampu menyelesaikan tugas. Mereka juga sering membuat suasana kelas menjadi terganggu. Sebagian mereka bahkan mirip dengan anak LD yakni memory dan kemampuan perseptual terbatas serta sering gagal menyelesaikan tugas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Sementara di bidang yang lain, mereka mampu menampilkan diri sebagai anak berkemampuan tinggi. Misalnya, mereka mungkin sangat pandai dalam berpikir abstrak (Baum, 1984), dapat mengkonseptualisasikan sesuatu dengan cepat, mampu melakukan generalisasi dengan mudah, dan menyukai tantangan untuk memecahkan suatu problems (Barton &amp;amp; Stanes, 1989). Biasanya hobi atau kesukaan mereka adalah hal-hal yang membutuhkan motivasi, tantangan dan perlu pemikiran yang kreatif. Di lingkungan sekolah mereka mengamati banyak hal, sementara prestasi sekolahnya buruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Silverman, direktur pusat studi anak berbakat di Denver, mengatakan bahwa anak-anak dengan keistimewaan ganda ini mempunyai karakter yang unik, mereka seringkali disebut visual-spatial learners dan memiliki long-term memory yang sangat bagus, yang membutuhkan metode diagnosis dan pengajaran yang berbeda. Mereka juga anak yang sangat sensitif dengan sikap guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Anak G/LD memandang dirinya sebagai anak yang tidak mampu di bidang akademik, sehingga meningkatkan motivasi untuk menolak tugas-tugas sekolah. Anak dengan keistimewaan ganda ini sering merasa malu dan memandang bahwa dirinya tidak mampu bersekolah. Inilah yang mematahkan semangat mereka. Tidak jarang dari mereka meneruskan perasaan tentang kegagalan ini di sekolah, sementara di rumah ia mampu belajar dan berkarya. Mereka sering memiliki konsep diri yang negatif dan membuat dirinya merasa bahwa sesungguhnya tidak sama dengan teman sebayanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;KesalahanDiagnosa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan diagnosa bagi anak gifted sangat mungkin terjadi. Mereka seringkali tidak didiagnosa oleh guru, dokter atau psikolog sebagai anak berbakat tinggi, mereka justru banyak didiagnosa sebagai anak autis ringan, Attention Deficit Hiperactive Disorder / Attention Deficit Disorder (ADHD/ADD), disleksia, disphasi/aphasia, retardasi mental atau gangguan perkembangan lainnya. Mengapa demikian? Hal ini karena individu gifted seringkali mempunyai karakteristik yang berpotensi untuk berperilaku negatif, terutama bagi anak gifted yang kemampuan kreativitasnya sangat tinggi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Hal itu terutama disebabkan antara lain karena mereka:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;overaktif secara      fisik atau mental;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;ceroboh (sloppiness) dan disorganized dengan      hal-hal yang dianggapnya tidak penting;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;pelupa, mind wanders, suka daydreaming;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;kurang tertarik      pada hal-hal yang kecil;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;penuntut;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;temperamental, moody;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;tidak komunikatif, emotional withdrwan; sinis,      suka beragumentasi;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;suka menanyakan aturan, otoritas, moral yang      umum;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;stubborn, uncooperative, menentang dominasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Dalam keseharian, menurut pengamatan Silverman, karakteristik anak G/LD yang mempunyai potensi negatif antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;short term memory-nya sangat buruk,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;berusaha dengan      kata-kata bersimbol,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;menolak tugas-tugas menulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;punya kesulitan      tinggi dalam spelling,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;daya usaha rendah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;punya kesulitan      dalam menghafal dan mencatat dikelas,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;sering kurang      berkonsentrasi di kelas,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;lemah dalam auditory memory,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;lemah dalam tata bahasa, punctuation      (tanda-tanda baca), kapitalisasi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;kemungkinan besar      tidak bisa belajar sesuatu kecuali yang sangat diminatinya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;sangat buruk dalam      pekerjaan dengan waktu terbatas,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;disorganized,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;sangat pandai menolak alasan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;hiperaktif,      diselingi dengan periode konsentrasi yang sangat intens&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;kadang-kadang      seperti terlapisi kaca,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;tidak bisa      mengingat tiga langkah instruksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Karena kecenderungan memiliki perilaku seperti itu maka dengan menggunakan kriteria diagnosa DSM IV, mereka masuk kategori anak-anak dengan gangguan tertentu. Hingga tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan obat-obatan yang dapat mengurangi kemampuan intelektualnya. Belum lagi adanya perlakukan (hukuman) dari guru-guru atau orangtua yang merasa terganggu dengan perilaku anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Karenanya anak-anak berbakat tinggi (highly gifted), terutama bagi mereka yang kreativitasnya sangat tinggi seringkali mempunyai self- esteem dan self-concept rendah. Maka tidak sedikit dari mereka yang mengalami kegagalan di sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;SulitDiidentifikasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan identifikasi anak-anak dengan keistimewaan ganda ini memang tidak mudah, karena orangtua maupun guru seringkali lebih memfokuskan pada kelemahan si anak, dan sangat sedikit perhatian pada kelebihannya. Sejumlah peneliti yang tertarik dalam anak G/LD memfokuskan pada pola skor Wechsler Intelligence Scale for Children- Revised (WISC-R) untuk mengidentifikasi. Namun data dari penelitian ini menunjukkan hasil pola yang tidak konsisten. Schiff dkk (1981) melaporkan bahwa catatan tentang kesenjangan skor Verbal-Performance (V-P) dengan skor verbal lebih tinggi, sementara Waldron (1990) menemukan bahwa kesenjangan yang signifikan antara skor Verbal dan Performance bukan merupakan indikasi yang baik pada anak dengan kesulitan belajar. Schiff dkk. menyimpulkan dalam laporan penelitiannya bahwa kelompok anak yang punya IQ superior/LD menampakkan kemampuan verbal di atas rata-rata dan mempunyai sejumlah kemampuan dan bakat yang kreatif, tetapi ada indikasi kelemahan pada aktivitas koordinasi motorik, perkembangan emosi dan kelemahan pada area tertentu dalam berpikir. Menurut Waldron, anak-anak ini cenderung tergantung pada kemampuan visual untuk mengingat kata dan analisa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Mereka juga mempunyai kelemahan dalam beberapa hal auditory, seperti membedakan suara dan short-term memory.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Sedangkan Vaidya (1993) menggunakan cara lain lagi untuk mengidentifikasi. Ia melakukan beberapa tes tipe portofolio, tes kreativitas, informasi tentang IQ serta tes prestasi belajar. Pengukuran IQ digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan anak dalam berpikir, sementara test prestasi belajar dilakukan untuk mengetahui keberbakatan si anak dalam subjek tertentu. Lalu portofolio digunakan untuk mengetahui proses berpikir dan keunikan ide-ide. Dan tes kreativitas digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir divergen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Sementara psikolog yang lain, menyarankan menggunakan Scales for Rating the Behavioral Characteristics of Superior Students (SRBCSS), untuk mengetahui skala tentang learning, motivasi, kreativitas, kepemimpinan, musik, drama, dan komunikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Yang menarik, dalam pengamatan itu ditemui bahwa anak-anak tersebut seringkali mempunyai minat yang tinggi terhadap satu atau berbagai hal di rumah. Mereka dapat membuat bangunan yang sangat fantastik dengan balok-balok. Kemampuan kreatif, kekuatan intelektual yang mereka salurkan pada hobinya itu merupakan indikator keberbakatan mereka (Renzulli, 1979). Dan karena anak-anak itu sangat cerdas dan sensitif, mereka menyadari betul kesulitannya dalam belajar. Selanjutnya, mereka cenderung menggeneralisasikan perasaan tentang kegagalan belajar itu pada semua rasa ketidakmampuan dan terhadap segala hal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;PendidikanyangTepat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam merencanakan pendidikan bagi anak G/LD adalah penting memperhatikan perkembangan dari kemampuan yang menonjol, minat, dan kapasitas intelektual mereka. Dan persoalan kesulitan belajar mereka yang cenderung menjadi permanen, juga seyogyanya menjadi pertimbangan penting untuk mengarahkan dan mendorong mereka untuk menggunakan strategi kompensasi. Jadi kita hendaklah mencari cara untuk mengurangi kesulitan yang mereka alami dengan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Program yang disediakan untuk mereka haruslah difokuskan pada hal-hal yang menjadi kelemahan mereka. Mereka harus dibimbing untuk memahami kelemahan dan kelebihannya lalu diarahkan untuk menyadari cara yang tepat untuk mengurangi kesulitannya dalam belajar, dan sebaliknya memupuk keberbakatanya. Para guru dan orangtua harus membantu anak- anak ini untuk membentuk konsep diri yang realistis dan sehat, di mana mereka dapat menerima segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Mereka harus disadarkan bahwa mereka dapat mengembangkan cara alternatif dalam berpikir dan berkomunikasi, karena mereka dapat belajar sesuai dengan kelebihan yang dimilikinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Anak dengan keistimewaan ganda ini membutuhkan kurikulum yang tepat yang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mereka akan pendidikan khusus bagi kedua keistimewaan tersebut. Kebutuhan ini berhubungan dengan keberbakatannya dan kelemahan atau kesulitannya yang spesifik (Whitemore, 1981). Dan jangan sampai perlakuan-perlakuan yang diberikan justru menghambat perkembangan dan pengekspresian keberbakatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;BagaimanOrangtuaSeharusnya?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah diketahui bahwa orangtua adalah orang terdekat yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan anaknya. Marker dan Udall (1997) memberikan beberapa alternatif yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk membantu anaknya yang G/LD, antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Orangtua harus      menjadi pendorong atau pendukung yang efektif bagi anaknya. Langkah      pertama untuk menjadi pendorong yang efektif adalah belajar sebanyak      mungkin tentang G/LD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Carilah orangtua      yang juga memiliki anak G/LD agar bisa berbagi pengalaman, dari sini      mungkin akan di dapatkan cara-cara atau tips dalam menangani anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Kunjungilah lembaga      terdekat yang memiliki program pendidikan khusus untuk anak gifted dengan      learned disabled dan mintalah bantuan. Jika pertimbangkan kemungkinan      pendirian program khusus untuk anak-anak ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Meski bukan hal yang mudah, hal ini bisa      dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Carilah terapis yang cocok dengan anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Orangtua sebaiknya terlibat proaktif selama      proses terapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Di rumah, langkah pertama meningkatkan pemahaman      akan kebutuhan (needs) anak, kemudian akan lebih mudah untuk menerima      beberapa hal yang kontradiksi pada anak. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Orangtua kadang menemukan      ia merasa frustasi atau marah terhadap dirinya sendiri karena ada hal-hal      yang kontradiksi dalam dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Terimalah anak, kenali kelebihan dan      kelemahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sediakan lingkungan yang stimulatif (suasana      hangat, penuh kasih sayang, lakukan komunikasi/diskusi dengan topik yang      menarik bagi anak dan sediakan permainan edukatif).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Libatkan anak dalam      berdiskusi mengenai pemilihan program pendidikan khusus baginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak berkemampuan tinggi, tetapi mengalami hambatan dalam belajar meskipun jumlah mereka tidak banyak, namun perlu dicermati. Karena sesungguhnya mereka adalah aset yang berharga. Kendala yang nampak untuk membantu mereka adalah kesulitan dalam mengidentifikasi mereka. Seringkali potensi tinggi mereka tertutupi oleh kekurangannya. Bahkan ada sebagian dari mereka tidak pernah dikenal sebagai anak berbakat atau gifted, tetapi lebih dikenal sebagai anak bermasalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Adalah menjadi bahan pertimbangan bagi dokter, pedagog, psikolog, guru, dan orangtuanya untuk mengenalnya lebih dalam, anak-anak bergangguan perlu pengamatan yang cermat sebelum diagnosis diberikan. Karena diagnosis yang tidak tepat akan berdampak dilakukan terapi yang kurang tepat pula, yang dapat mengakibatkan gangguan perkembangan anak semakin kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Permasalahan lain adalah penanganannya atau intervensi, sebenarnya penanganan yang tepat bila telah mendapat diagnosa yang tepat pula. Penanganan anak-anak G/LD yang paling tepat adalah melihat sisi-sisi yang menjadi strengths-nya dan mempertimbangkan sisi weaknessnya, sehingga dapat ditentukan tehnik strategi atau program yang tepat untuk anak tersebut, sehingga ini lebih individual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-8310622546897951204?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://autismadiun.blogspot.com/feeds/8310622546897951204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5063834624729816861&amp;postID=8310622546897951204' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/8310622546897951204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/8310622546897951204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/11/gifted-sekaligus-kesulitan-belajar.html' title='Gifted&quot; Sekaligus Kesulitan Belajar (Suatu Keistimewaan Ganda Pada Seorang Anak)'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-8174131310441345290</id><published>2008-09-09T18:51:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T18:54:58.721+07:00</updated><title type='text'>PROGRAM PRIORITAS PEMBINAAN PENDIDIKAN LUAR BIASA 2005</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;A. PEMERATAAN KESEMPATAN DAN AKSES&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;1. Peningkatan Daya Tampung Pendidikan Luar Biasa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pembangunan unit sekolah ( USB)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Subsidi pembangunan ruang kelas baru (RKB)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Subsidi      rehabilitasi gedung dan infrastruktur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pemberian beasiswa keluarga kurang mampu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pengembangan sekolah inklusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;2. Pendidikan Inklusif.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Penyediaan      toolkit “ Menjadikan lingkungan inklusif, ramah terhadap pembelajaran      (LIRP).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penyediaan pedoman pendidikan inklusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Diklat      guru kelas dan guru pembimbing pendidikan inklusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bantuan subsidi operasional pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;3. Pendidikan Bagi Anak Autis.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sosialisasi      pentingnya pemberian layanan belajar bagi anak autis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Pendidikan dan pelatihan indentifikasi dan layanan      belajar anak autis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bantuan biaya      operasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penyusunan      pedoman layanan belajar bagi anak autis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Penyusunan kurikulum pendidikan bagi anak autis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Bantuan peralatan belajar bagi anak autis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;4. Pendidikan Bagi Anak Korban Penyalahgunaan Narkoba.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pengembangan Modul pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pemberian bantuan Subsidi Operasional panti      Rehabilitasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sosialisasi bahaya narkoba kepada anak – anak      usia sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penyediaan leaflet dan Brosur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;B. PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;1. Peningkatan Kualitas Proses Belajar Mengajar.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Penyusunan      kurikulum PLB berbasis kompetensi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Diklat      penguasaan metodologi dan materi ajar bagi tenaga pendidik PLB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Diklat      manajemen bagi kepala sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Diklat      penguasaan monitoring, evaluasi dan supervisi bagi pengawas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bantuan peralatan pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Bantuan      perabot bengkel dan insfrastruktur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Subsidi operasional pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kerjasama lintas institusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Lomba kreatifitas guru bidang studi dan      kekhususan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pemberian beasiswa prestasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Uji kompetinsi guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penghargaan guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;2. Pendidikan Bagi Anak Berbakat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penyediaan modul pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Diklat      analisis Kurikulum program percepatan belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Membangun      jaringan kerjasama dengan fakultas psikologi semua perguruan tinggi yang      telah membangun pusat keberbakatan untuk memberi informasi mengenai      layanan pendidikan bagi anak berbakat akademik dan non akademik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Sertifikasi      kelayakan mengajar bagi guru pada sekolah penyelenggara program percepatan      belajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Bantuan      alat pendidikan bagi anak berbakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Pengembangan      pusat Keberbakatan ( Akademik dan Non Akademik)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Seminar      dan Diskusi tentang layanan pendidikan bagi anak berbakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Lomba keberbakatan ( karya ilmiah, olah raga dan      seni )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;3. Lomba Prestasi dan Kreativitas Siswa SLB/SDLB.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Diselenggarakan      dalam rangka meningkatkan pembinaan mutu pendidikan luar biasa melalui      bakat dan prestasi siswa SLB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Pelaksanaannya      diatur secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, Kab / Kota, Propinsi,      sampai dengan tingkat nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Jenis perlombaan ditentukan secara bersama      antara Direktorat PLB dan dinas Pendidikan Propinsi dengan      mempertimbangkan upaya peningkatan mutu PLB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tempat penyelenggaraan ditentukan atas dasar      kompromi dengan dinas pendidikan propinsi yang bersedia ditunjuk sebagai      tuan rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;4. Pendidikan Jasmani Adaptif.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pencetakan modul pembelajaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bantuan peralatan olahraga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Diklat guru olahraga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Menjalin kerjasama dengan ISAPE.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;5. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Pemberdayaan&lt;/st1:PlaceName&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Resource&lt;/st1:PlaceName&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Center&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Resource center dalam implementasinya adalah      SLB-A Negeri swasta yang ditunjuk untuk menjadi pusat enovasi di bidang      PLB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Fokus utama dari kegiatan ini adalah pencetakan      buku pelajaran maupun buku – buku referensi bagi siswa dan kaum tunanetra      dapat menguasai ilmu pengetahuan melalui bacaan perabaan timbul (Braile)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Center ini      didukung dengan mesin – mesin Braille dari Norwegia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Didukung      tenaga yang berkualifikasi Master (S2) dari Universitas Oslo di Norwegia      dan tenaga terampil yang dilatih di dalam negeri oleh pelatih dari      Universitas Oslo Norwegia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Sebagai      pusat layanan konsultasi bagi orang tua / masyarakat, yang dimiliki anak      tunanetra , guru, staf PLB, Guru / satf sekolah regular, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Keberadaan center dimaksudkan pula untuk      membantu pengembangan pelayanan pendidikan inklusif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;C. PENINGKATAN RELEVANSI.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;1. Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup atau BBE (Broad Based Education).&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pemberian subsidi pengadaan Alat keterampilan      dasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pemberian subsidi Operasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pengadaan Buku bahan ajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Pendidikan      dan pelatihan Guru Keterampilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Ajang      bersama untuk prestasi dan keterampilan PLB melalui gelar karya PLB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;2. Pembangunan Pusat Keterampilan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pembangunan UGB minimal 1 lokasi tiap propinsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pengadaan peralatan keterampilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pengadaan perabot center (mesin cetak braile).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pengadaan teknis penguasaan keterampilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Diklat teknis manajemen kewirausahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bantuan subsidi Operasional Bengkel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pengadaan buku – buku keterampilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penyediaan sarana pemasaran melalaui kegiatan      expo PLB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;D. PENINGKATAN EFESIENSI DAN EFEKTIFITAS.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;1. Monitoring dan Evaluasi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penyusunan intrumen Monitoring dan evaluasi      hasil implementasi program pembinaan PLB secara terpadu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Pengembangan      system monitoring dan evaluasi terpadu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Sosialisasi      pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program PLB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sosialisasi penyusunan laporan akuntabilitas      kinerja institusi pemerintah (LAKIP)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Monitoring dan evaluasi program implementasi      program pembinan PLB secara terpadu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pengumpulan, Pengolahan dan analisis hasil      monitoring dan evaluasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penyusunan laporan Akuntabilitas Kinerja      Instansi Pemerintah (LAKIP).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pemantauan ujian nasional (UN) dan ujian sekolah      (US).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;2. Supervisi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Supervisi      layanan Pendidikan bagi anak berbakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Supervisi      layanan pendidikan bagi anak narkoba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="DA"&gt;Supervisi      Program pendidikan terpadu menuju inklusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Supervisi program pembelajaran PLB lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-8174131310441345290?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://autismadiun.blogspot.com/feeds/8174131310441345290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5063834624729816861&amp;postID=8174131310441345290' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/8174131310441345290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/8174131310441345290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/09/program-prioritas-pembinaan-pendidikan.html' title='PROGRAM PRIORITAS PEMBINAAN PENDIDIKAN LUAR BIASA 2005'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-100476683525320363</id><published>2008-07-30T14:32:00.001+07:00</published><updated>2008-07-30T14:35:20.003+07:00</updated><title type='text'>son rise</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Tempus Sans ITC&amp;quot;;"&gt;METODE SON RISE “&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Tempus Sans ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Tempus Sans ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Tempus Sans ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Tempus Sans ITC&amp;quot;;"&gt;Barry Kaufman, “Son Rise”, 1976&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tempus Sans ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;Sejak tahun 1983, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Autism Treatment Center of America, mewadahi suatu program pelatihan untuk orang tua dan para profesional yang berkecimpung dalam penanganan anak-anak dengan gejala autism, ASD dan PDD. Son Rise Program mengajarkan kemampuan yang spesifik dan komperhensif mengenai sistem treatment yang dirancang untuk membantu pihak keluarga dan pihak-pihak yang peduli dengan kemampuan anak, untuk membuat suatu perubahan di semua sisi pmbelajaran, perkembangan komunikasi dan kemampuan yang lainnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Semua hal ini mengacu pada teknik pengajaran, strategi dan beberapa prinsip dasar, yang sudah diterapkan di beberapa pusat terapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Son rise program membuat inovasi treatment pendidikan untuk anak-anak dengan gangguan tumbuh kembang. Program ini membuat orang tua menjadi guru utama / terapist dari program yang ada, ditambah dengan membuat lingkungan rumah / sosial yang membantu keberadaan mereka. Program Son rise &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menggali kemampuan anak secara mendalam, dan menjadikannya sebagai suatu faktor yang penting untuk belajar dan membuat setiap proses pengajaran menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi anak. Untuk membuat hal ini, maka kita perlu membuat suatu kondisi pembelajaran dan lingkungan yang aman bagi anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Bagaimana Son Rise Program bisa memberikan suatu hal yang menguntungkan bagi anak dengan kebutuhan khusus?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Perilaku anak yang repetitif dan ritualistik, merupakan suatu hal yang penting untuk ”menjawab”, mengapa anak kesulitan dalam kontak mata, gangguan perkembangan kemampuan sosial, dan proses interaksi dengan teman dalam permainan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Pendidikan dan kemampuan sosial sangat tergantung dari adanya motivasi anak dalam belajar. Pembelajaran dalam metode ini, menggunakan pola permainan yang sangat efektif dan terukur, disertai dengan peningkatan kemampuan komunikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;SEJARAH SON RISE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Program son rise dibuat oleh Barry Kaufman dan istrinya Samantha Kaufman, saat anak mereka, Raun, diagnosa ASD. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;Hasil ini membuat mereka jadi putus asa. Namun lambat laun, Kauffman berusaha mendesigan suatu terapi rumah yang innovatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;Dengan metode ini membuat Raun dapat lulus dari perguruan tinggi, dan menjadi direktur pusat pendidikan untuk anak-anak dengan gangguan perkembangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Memenuhi permintaan dari khalayak akhirnya Kaufman mendirikan suatu Institute dan Pusat Penanganan autis di Amerika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Lebih dari dua dekade Kauffman mendedikasikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejumlah staff dan personil untuk membantu orang tua dan profesional dari berbagai tempat di Amerika, agar anak mereka mendapatkan tata laksana secara lebih lengkap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Son rise adalah &lt;b style=""&gt;program terapi berbasis rumah&lt;/b&gt; untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, yang mengalami gangguan di komunikasi dan interaksi sosial. Program ini dapat membantu meningkatkan kontak mata, menerima keberadaan orang lain. Dan yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;lebih penting, program ini, &lt;b style=""&gt;tidak&lt;/b&gt; memberikan punishment berupa kekerasan kepada anak. Proses ini dilakukan dengan harapan, anak mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat ”berubah” dan menjadi kondisi yang lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Studi tentang metode ini tidak pernah dilakukan, sampai pada tahun 2006, sampai akhirnya ada studi yang menunjukkan bahwa, ......”metode ini &lt;b style=""&gt;tidak bisa diterapkan / diimplementasikan pada semua kasus, terutama kasus autistic yang masih berada pada tahap kurikulum awal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Kembali pada kasus Raun, setelah dia didiagnosa autistik oleh tim dokter, Kauffman mencoba melakukan intervensi medis, namun setelah beberapa lama tidak menunjukkan hasil yang signifikan, lalu Kaufman mecoba melakukan intervensi ini ke anaknya. Setelah menjalani proses selama &lt;b style=""&gt;3 tahun&lt;/b&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kondisi autistik dari Raun semakin berkurang dan menjadikannya dapat bersekolah di sekolah formal. Tahun 1983, Kauffman mendirikan ATCA, untuk membantu orang tua yang lain mempelajari dan mengaplikasikan home based program, untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Filosofi Penanganan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Di ATCA, orang tua diberikan pelatihan untuk membantu anak mereka berinteraksi dan bersosialisasi secara lebih efesien. Kemampuan perkembangan bermain, merupakan hal yang penting dalam program ini, selain juga kemampuan komunikasi dan sosialisasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Dengan program terapi yang lain seperti Metode DIR / floortime, memilikikesamaaan dalam hal kebutuhan arti cinta dan ”penerimaaan”. Dengan asumsi bahwa anak-anak autistic, memiliki rasa dan mengerti tentang, keberadaan kita, bahasa tubuh, dan bahasa verbal lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Program son rise,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt; menyatakan bahwa, jika kita mengadakan pendekatan ke anak secara positif, dengan rasa cinta, akan membuat anak menjalin interaksi dengan kita, dibandingan bila kita mengedepankan sikap marah dll. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Ide dasar teori ini adalah bahwa setiap anak termasuk autistic, lebih menyukai &lt;b style=""&gt;suasana belajar yang menyenangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Banyak orang tua berusaha menerima keberadaan anak mereka yang terdiagnosa autistik, son rise menekankan bahwa peran serta orang tua dapat memberikan support yang positif bagi perkembangan / kemajuan anak mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Diterjemahkan oleh Arief Budhi Santoso, sebagai referensi tambahan bagi orang tua, tentang metode pembelajaran bagi anak kebutuhan khusus.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-100476683525320363?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/100476683525320363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/100476683525320363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/07/son-rise.html' title='son rise'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-4131934184369309601</id><published>2008-06-22T14:41:00.000+07:00</published><updated>2008-06-22T14:44:04.003+07:00</updated><title type='text'>APAKAH KESULITAN BELAJAR ITU ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;Pada dasarnya tidak ada definisi yang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tentang Learning Disability ( LD ). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Namun ada beberapa hal yang disepakati oleh berbagai kalangan, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;1.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;LD, merupakan gangguan perkembangan dan kemampuan dibidang akademik. Gangguan ini menunjukkan adanya perbedaan antara potensi untuk belajar dan apa yang dicapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;LD, tidak selalu disertai dengan gangguan perkembangan lainnya (seperti gangguan bahasa, gangguan fisik, gangguan pada fungsi penglihatan dan pendengaran ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;3.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;LD, tidak disebabkan oleh lingkungan yang tidak mendukung proses belajar anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;4.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;LD, &lt;b style=""&gt;BUKAN &lt;/b&gt;merupakan gangguan Retardasi Mental dan atau gangguan emosi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;BAGAIMANA PREVALENSI DARI LD ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;6 – 10 % populasi usia sekolah mengalami LD, pada sekolah-sekolah di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;US&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Dan sekitar 40 % dari anak – anak yang berada pada sekolah khusus, termasuk dalam LD. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;Sekitar 6 juta orang dewasa diperkirakan mengalami LD. (sumber : The Foundation for Children with Learning Disability, 1998-2007 ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;BAGAIMANA KASUS LD BISA DI DETEKSI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Beberapa observasi umum dapat dibuat untuk mengetahui kasus LD :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;1.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Beberapa anak mengalami perkembangan dan kematangan yang lebih lambat dibandingkan dengan rata- rata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anak pada usia yang sama. Sehingga menunjukkan adanya hasil yang lebih buruk, saat mengerjakan tugas atau test pada sekolah formal. Kondisi ini biasa disebut dengan &lt;i style=""&gt;maturational lag&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Beberapa anak yang mempunyai penglihatan dan pendengaran yang normal, pada kasus LD, mengalami gangguan interpretasi terhadap obyek dan suara, yang kemungkinan disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem syaraf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;3.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Ada kasus LD yang disebabkan luka / trauma pada masa kanak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;4.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Anak – anak dengan kelahiran premature dan anak dengan gangguan kesehatan yang serius pada masa – masa awal kelahiran, mempunyai kecenderungan LD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;5.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;LD, ada kecenderungan terjadi pada keluarga yang mempunyai riwayat LD dan gangguan perkembangan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;6.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;LD, lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Hal ini kemungkinan terjadi karena anak laki-laki mengalami ”kematangan” seksual yang lebih lama dibandingkan dengan anak perempuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;7.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Beberapa kasus LD, memiliki kaitan dengan gangguan bicara, gangguan pengucapan dalam bahasa-bahasa inggris. Indikasi gangguan bicara ini, lebih sedikit ditemukan pada negara-negara yang menggunakan bahasa Spanyol dan Italy sebagai bahasa pengantar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;BAGAIMANA TANDA- TANDA AWAL DARI LD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Individu dengan gejala LD, memiliki tingkat atau gejala yang bermacam – macam. Beberapa diantaranya memiliki kesulitan dalam membaca, berhitung, pemahaman bahasa, menulis, kemampuan komunikasi, dan kemampuan berargumen. Ada juga gejala yang menyertai, seperti hyperaktifitas dan inatensi, namun tidak termasuk / dikategorikan dalam kasus LD. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;LD memiliki karakteristik utama, yaitu adanya perbedaan yang mencolok dibandingkan anak-anak seusianya di sisi intelegensi dan kemampuan secara umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;LD memiliki gangguan yang utama di :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;1.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Kemampuan berkomunikasi&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: adanya keterlambatan, gangguan di sisi intepretasi pendengaran dan bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Kemampuan menulis&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;: disertai dengan kesulitan membaca, menulis, dan pengucapan kata- kata teretntu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;3.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Berhitung&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;: kesulitan dalam pengerjaan soal-soal matematika dan pengertian konsep-konsep dasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;4.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Penalaran &lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;: kesulitan dalam mengintegrasikan atau mengorganisasikan suatu konsep pemecahan masalah secara abstrak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;5.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Memory&lt;span style=""&gt;                                 &lt;/span&gt;: Kesulitan dalam mengingat informasi atau perintah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Beberapa gejala yang mungkin berhubungan dengan LD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Hasil yang buruk dalam test kelompok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Kesulitan dalam membedakan ukuran, bentuk, dan warna berbagai benda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;3.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Kesulitan dalam memahami konsep waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;4.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Gangguan dalam memahami konsep tubuh ( kiri – kanan ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;5.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Koordinasi visual motor yang buruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;6.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Hyperaktifitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;7.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Kesulitan dalam meniru / imitasi gerakan dari model yang tampak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;8.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Lambat dalam menyelesaikan pekerjaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;9.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Mudah menyerah atau putus asa terhadap instruksi yang dirasa terlalu sulit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;10.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Kesulitan dalam pemahaman masalah secara abstrak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;11.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Sering terobsesi terhadap obyek atau topik tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;12.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Memory jangka pendek atau jangka panjang yang buruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;13.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Rasa toleransi yang rendah terhadap stres.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;14.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Gerakan yang berlebihan saat tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;15.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Hubungan sosial yang buruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;16.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Adanya rasa senang atau gembira yang berlebihan saat melakukan suatau hal yang disenanginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;17.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Terlalu mudah terganggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;/ kesulitan dalam konsentrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;18.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Kesulitan dalam menentukan atau membuat suatu keputusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;19.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;DLL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Setelah melihat gejala-gejala diatas, perlu diingat bahwa ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;1.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Tidak ada satu individu LD yang mempunyai semua gejala diatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Dalam suatu populasi LD, beberapa gejala ada kemungkinan lebih menonjol dibandingkan dengan kasus LD yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;3.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Setiap individu yang ” normal” nungkin mempunyai 2 atau lebih seperti gejala-gejala diatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Dari beberapa gejala diatas, kemungkinan bisa di dimasukkan kedalam DISLEKSIA ataupun ADHD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA, JIKA ANAKNYA DIINDIKASIKAN LD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Sebaiknya orang tua menghubungi pihak sekolah untuk mengadakan test dan evaluasi. Jika ternyata hasilnya menunjukkan bahwa anak perlu mendapatkan layanan pendidikan khusus, maka pihak sekolah dan orang tua segera menyiapkan IEP ( individual educational program ). Dalam IEP ini digambarkan secara detail berbagai hal mulai dengan rencana program, perlu tidaknya melakukan remedial dan pemberian materi yang menjadi kebutuhan anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Sejalan dengan itu, orang tua hendaknya menghubungi dokter anak, untuk mendapatkan penilaian secara menyeluruh, termasuk bila anak kemnungkinan mengalami gangguan pada penglihatan dan pendengaran, yang mengakibatkan anak mengalami kendala di sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;BAGAIMANA REAKSI ORANG TUA DARI ANAK DENGAN KASUS LD ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Riset membuktikan bahwa reaksi orang tua, sangat tergantung kapan dan bilamana orang tua mendapatkan atau mengetahui anaknya mengalami handycap. Sebagai contoh, jika anak sejak awal sudah diketahui mengalami ”kelainan”, orang tua biasanya menjadi lebih waspada dan ”care” terhadap masalah ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Namun untuk kasus LD, pada perkembangan usia pra sekolah seringkali tidak terlalu ”tampak” sehingga sering tidak ”dipedulikan”, meskipun pada dasarnya anak mereka mengalami masalah ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Masalah baru muncul saat anak mereka masuk jenjang pendidikan dasar, dimana orang tua baru ”sadar” bahwa anaknya mengalami sesuatu yang ”berbeda” dibandingkan teman-temannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Riset oleh Eleaner Whitehead, menujukkan bahwa orang tua dari anak dengan LD, menunjukkan beberapa reaksi , sebelum benar-benar menerima kondisi anaknya. Beberapa reaksi / tahapan secara keseluruhan, tidak bisa diprediksi. Orang tua kemungkinan memberikan berbagai macam reaksi secara berubah – ubah sampai kepada suatu reaksi yang menetap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;Beberapa tahapan tersebut antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Denial&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;: “…..hal ini benar-benar suatu kesalahan, saya mempunyai anak, bukan untuk membuat saya dan dia menderita….”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Blame&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: “…..ini adalah anakmu, kamu berharap terlalu banyak, tidak ada dalam keluargaku yang mempunyai keturunan seperti itu…….”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Fear&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;:” …….kemungkinan mereka tidak mengatakan hal yang sebenarnya kepada saya, apakah hal yang sebenarnya lebih buruk dari yang mereka katakan ? akankah ia akan dapat melanjutkan sekolah, berkeluarga, seperti manusia pada umumnya ?......”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Envy&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;:”……..mengapa ia tidak dapat seperti saudara-saudara yang lainnya?.................”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;5.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Mourning&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;:”…… tentunya ia akan menjadi orang yang sukses, bila tidak mengalami LD…..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;6.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Bargaining&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: ”........tunggu, liat sampai tahun depan, kemungkinan masalah ini akan teratasi dengan sendirinya.....”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;7.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Anger&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;: ”.........guru dan dokter itu tidak tahu apapun !, saya tidak suka menyekolahkan anak saya di sekolah itu, saya akan mencari sekolah yang lebih ”baik” bagi anak saya.....”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;8.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Isolation&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;:”..........tidak ada seorangpun yang peduli dengan anak saya, semua orang tidak ada yang memahami kondisi ini......”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;9.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Flight&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;:”........mari kita mencoba terapi ini, kita coba dari klinik yang satu ke klinik yang lain, sampai ada seseorang yang mengatakan kepada saya hal yang saya ingin dengar...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;10.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Itulah beberapa reaksi dari orang tua, namun beberapa reaksi ini benar – benar tidak bisa diprediksi sama antara individu yang satu dengan yang lainnya. Beberapa faktor hubungan suami isteri yang tidak harmonis, akan semakin memperburuk suasana dan menimbulkan reaksi negatif yang lebih banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Namun dari semua itu, saat ini sudah banyak anak anak yang dahulu didiagnosa LD, beberapa sudah mencapai kedudukan yang baik, ada yang menjadi pengusaha, dokter, guru dll. Ditambah lagi saat ini, dengan adanya lembaga pendidikan khusus, anak dengan diagnosa LD mendapatkan intervensi dini dan tata laksana secara holistik, sehingga dapat ”mengentaskan” kondisi mereka kearah yang lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-4131934184369309601?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/4131934184369309601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/4131934184369309601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/06/apakah-kesulitan-belajar-itu.html' title='APAKAH KESULITAN BELAJAR ITU ?'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-533510709297398926</id><published>2008-05-20T20:38:00.001+07:00</published><updated>2008-05-20T20:39:56.788+07:00</updated><title type='text'>SEKILAS TENTANG INKLUSI</title><content type='html'>Warna-warni di Sekolah Inklusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bel istirahat berdering, empat siswa kelas III berseragam putih-merah menghambur keluar kelas, bermain kejar-kejaran. Bunga yang menderita autisme dan Arif siswa dengan keterlambatan perkembangan saraf motorik berbaur dengan anak-anak normal seusianya, dalam satu sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin belum banyak orang tua yang tahu bahwa sejak 2003, anak berkebutuhan khusus bisa bersekolah satu atap dengan anak normal di sekolah negeri. Jumlah SD Negeri di Indonesia yang mewadahi anak dengan berbagai kebutuhan, atau yang disebut sekolah inklusi, kini berjumlah 542 sekolah dan 20 diantaranya berada di Jakarta.&lt;br /&gt;Sekolah inklusi mampu menampung anak dengan keterbatasan fisik, autisme, kesulitan berkonsentrasi, lambat belajar, hiperaktif, gifted, dan korban narkoba. Anak-anak berkebutuhan khusus tersebut mendapat kesempatan belajar yang sama dengan anak ‘normal’. Sekolah inklusi bertujuan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak berkebutuhan khusus dan memberi kesempatan bersosialisasi. Dengan bersekolah di tempat yang sama dengan anak ‘normal’, anak-anak yang berkebutuhan khusus punya kesempatan untuk berinteraksi dengan rekan sebaya dengan latar belakang berbeda. Selain itu, bagi anak norma, sekolah inklusi mengajarkan banyak hal, antara lain bersikap terbuka terhadap perbedaan, menanamkan rasa empati, tidak memandang rendah anak berkebutuhan khusus dan memupuk sikap saling menolong.&lt;br /&gt;“Inklusi artinya tidak ada diskriminasi, tidak ada pengkhususan, memberi kesempatan sama kepada setiap anak, itu dasar filosofi pendidikan inklusif”, ujar DR. Arief Racman, M.Pd, pakar pendidikan sekaligus dosen Universitas Negeri Jakarta. Di Negara maju seperti AS, penerapan metode pendidikan inklusi punya dampak baik anak normal jauh lebih toleran dan menghargai perbedaan. “Sementara itu, anak berkebutuhan khusus menjadi tidak minder dan para guru pun mempunyai pandangan yang lebih terbuka,” kata Arief Rachman yang juga menjabat Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Ragu Memilih Sekolah Inklusi&lt;br /&gt;“Ada orang tua yang anaknya normal, seperti tidak rela kalau anak mereka harus belajar satu kelas dengan anak berkebutuhan khusus. Padahal, autisme, hiperaktif, keterbatasan fisik, atau lainnya’kan sama sekalai tidak menular. Jadi, kenapa harus takut?” kata Suminah, guru di SDN Lebak Bulus 06 Pagi.&lt;br /&gt;Sosialisasa menjadi kunci sukses metode inklusi. Memberi pengertian kepada orang tua dan anak normal bukan pekerjaan mudah. Ketika tiba-tiba seorang anak autisme menepukkan tangan berulang-ulang saat guru sedang mengajar berhitung, atau anak hiperaktif kerak berlari-lari di dalam kelas, maka di saat itu lah belajar bertoleransi. Mereka yang berkebutuhan khusus tidak seharusnya diolok-olok, dibenci, dan dijauhi. Tentu saja menanamkan toleransi – yang identik dengan kedewasaan – kepada anak-anak, memerlukan proses.&lt;br /&gt;Torey Hayden, psikolog anak di AS yang juga guru anak berkebutuhan khusus, mengatakan dewasa ini masyarakat semakin terbuka dengan perbedaan. Perubahan ini terkait dengan perubahan budaya sehingga prosesnya memakan waktu lama. “Tapi bandingkan dengan 20 tahun lalu, misalnya. Sekarang kita sudah lebih terbuka sehingga program inklusi sudah selayaknya diterima masyarakat,” kata Torey yang menulis novel Sheila: Kenangan yang Hilang, yang menjadi best seller internasional.&lt;br /&gt;Pihak sekolah juga terus memperbaiki kulaitas pengajar dan prasarana sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus. “Tahun ini, kami akan memperketat kriteria sekolah inklusi, terkait kesiapan infrastruktur maupun tenaga pengajar. Tidak sembarnag sekkolah bisa mengajukan diri menjadi sekolah inklusi,” kata Ekodjatmiko Sukarso, Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa, Departemen Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;Tenaga pengajar yang bertugas menangani anak berkebutuhan khusus atau biasa disebut guru inklusi, SDN Pela Mampang 01 Pagi, Jakarta Selatan, termasuk sekolah yang sudah mempunyai guru inklusi. Setiap hari, pada waktu-waktu tertentu, 12 anak berkebutuhan  khusus di sekolah tersebut mendapat terapi dari guru inklusi. Selebihnya, mereka mengikuti pelajaran di kelas reguler bersama teman-teman sebaya. “Evaluasi yang saya berikan kepada orang tua berupa laporan deskripsi kemajuan anak beradasarkan terapi. Laporan itu mencakup perkembangan motorik, tingkah laku, kemampuan sosialisasi, dan sebagainya. Meyoritas anak berkebutuhan khusus tidak menerima rapor seperti yang diterima teman-temannya yang normal, karena kebutuhan mereka memang berbeda. Kecuali, beberapa anak yang punya kemampunya kognitif sama seperti anak norma,” kata Dra.Satiti Sabarwati, guru inklusi di SDN Pela Mampang 01 Pagi. Sementara itu, SDN Lebak Bulus 06 Pagi, mengizinkan guru pembimbing khusus atau biasa disebut shadow teacher untuk mendampingi siswa berkebutuhan khusus selama belajar di dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan yang diberikan di sekolah inklusi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Bagi anak yang mempunyai kesulitan berkonsentrasi, guru inklusi memberi terapi berupa perainan yang mengasah ketekunan seperti puzzle dan memisahkan manik-manik berdasarkan ukuran atau warna. Sementara bagi anak yang mengalalmi keterlambatan perkembangan saraf motorik, guru akan memperbanyak aktivitas fisik anak melalui olahraga dan berbagai macam permainan yang ‘memaksa’ badan anak bergerak. Siswa yang menderita mental retarded (keterbelakangan mental) diterapi denga kartu-kartu berwarna. Sementara anak yang mengalami keterlamabatan belajar akan diberikan pelajaran tambahan usai jam sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua Ikut Belajar&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa dipelajar di sekolah inklusi, baik oleh individu yang terlibat langsung dalam kegiatan belajar maupun mereka yang berada di lingkungan luar komponen sekolah. “Anak saya yang sudah mahasiswa, sekarang rajin membelikan saya buku-buku tentang penanganan anak berkebutuhan khusus. Mereka juga menjadi belajar banyak,” tutur Suminah.&lt;br /&gt;Orang tua dilibatkan langsung dalam proses belajar. Di SDN Pela Mampang 01 Pagi, orang tua dibolehkan melihat terapi yang dilakukan oleh guru inklusi dari jarak dekat. Jika mereka tidak bisa daatang ke sekolah, guru inklusi akan memberikan catatan pelajaran selama satu hari berikut pencapaian anak pada hari tersebut. Tujuaanya, agar orangtua dapat meneruskan di rumah materi yang diajarkan guru, serta mengajak orang tua belajar banyak hal tentang pendidikan anak berkebutuhan khusus. Guru juga belajar dari orang tua. Pengetahuan yang didapat orang tua dari buku-buku, seminar, atau diskusi hingga ilmu yang didapat dari psikolog atau terpis anak, sangat baik untuk dibagikan kepada guru.&lt;br /&gt;Di sisi lain, anak-anak belajar dengan cara yang unik. “Suatu hari saya terkejut karena Dika, murid saya yang perkembangan saraf motoriknya lambat, mengajari Ida, teman sebayanya yang menderita autisme, untuk memasang puzzle,” kata Wati, Luar Biasa, bukan?&lt;br /&gt;Anak normal juga kerap membantu anak berkebutuhan khusus untuk belajar di kelas. Tidak sebatas belajar berhitung dan membaca, anak-anak juga mempelajari perilaku dan cara bersosialisasi. Ibu Idi, misalnya, memutuskan untuk memindahkan putranya, Syam yang mengalami keterlambatan belajar, dari SLB ke SD inklusi agar Syam bersikap dan mengembangkan perilaku seperti anak normal. Sebaliknya, anak ‘normal’ juga belajar banyak dari kawannya yang berkebutuhan khusus. Tidak sedikit anak normal yang kini bisa menggunakan bahasa isyarat karena sering berkomunikasi dengan teman yang menderita tunarungu.&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa dipelajari dari perbedaan. Keberagaman membuat pikiran kita semakin terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran Untuk Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anak Anda Normal, sebaiknya Anda...&lt;br /&gt;        JANGAN PARANOID. Memberikan anak Anda yang normal belajar satu atap denga anak berkebutuhan khusus sama sekali tidak merugikan. Keadaan itu justru membantu Anda menanamkan sifat-sifat terpuji kepada anak.&lt;br /&gt;        MERINGANKAN BEBAN ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS. Bercakap-cakap dengan orang tua yang anaknya menderita autisme ketika menjemput anak Anda pulang, membuktikan bahwa Anda tidak memandang rendah orang lain dan itu amat membantu.&lt;br /&gt;        MEMBERI PENGERTIAN KEPADA ANAK. Sikap anak di sekolah tentunya dipengaruhi oleh nilai-nilai yang di tanamkan di rumah. Karena itu, terulah ingatkan anak Anda untuk bersikap baik terhadap siapapun di sekolah. Dan, jangan lupa, Anda juga harus memberi contoh sikap toleransi karena anak adalah peniru ulung.&lt;br /&gt;        LEBIH BERSYUKUR. Kesempatan berinteraksi dena orang tua dengan anak berkebutuhan khusus bisa membuat Anda labih bersyukur dengan keadaan anak Anda. Membesarkan anak berkebutuhan khusus jelas tak mudah dan memerlukan kesabaran ekstra. Petik hikmahnya dari kesempatan itu dan jadikan sebagai pengalaman yang semakin mendekatkan Anda dengan buah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anak Anda Berkebutuhan Khusus, sebaiknya Anda...&lt;br /&gt;       MEMAHAMI ANAK. Tahu betul di mana kekurangan dan kekuatan anak Anda. Jangan menaruh harapan yang melebihi kemampuan anak karena ia bisa merasa terbebani dengan target tang Anda patok.&lt;br /&gt;       MENERUSKAN PELAJARAN YANG DIDAPAT ANAK DI SEKOLAH. “Jam sekolah hanya sebentar, anak paling banyak menghabiskna waktunya di rumah,” kata Wati. Karena itu, anak bisa berkembang optimal jika orang tua meneruskan materi yang  diberikan di sekolah. “Murid saya yang menderita keterbelakangan mental maju pesat karena ibunya telaten. Dia sekarang sudah bsai menulis berkat ibunya yang tidak pernah lelah mengulang pelajaran ketika di rumah, “ ujarnya.&lt;br /&gt;       JAGA HUBUNGAN BAIK DENGAN SEKOLAH. Komunikasi dengan pengajar dan menajemen sekolah harus dijaga agar Anda dapat mengetahui perkembangan anak, punya kesempatan memberi dan menerima masukan.&lt;br /&gt;       JANGAN JADIKAN SEKOLAH TEMPAT PENITIPAN ANAK. Keikutsertaan Anda dalam kegiatan pembelajaran akan membawa dampak yang sangat positif. Partisipasi Anda bisa diwujudkan dengan menyumbangkan gagasan dalam berbagai kegiatan sekolah, menjadi donatur, atau mulailah dengan hal-hal yang tampaknya sepele, seperti mendampingi anak ketika ia ambil bagian dalam acara yang diadakan di sekolah.&lt;br /&gt;       JANGAN MEMBANDINGKAN ANAK ANDA DENGAN TEMAN SEBAYANYA. Kalimat seperti, “Tuh, si Andi saja bisa, kenapa kamu tidak? Padahal kalian kan satu kelas,” bisa menyakiti anak Anda. Lebih jauh lgai, perkataan tersebut bisa mematahkan semangat membuat anak merasa minder, dan enggan bersosilisasi.&lt;br /&gt;       BERI SI KECIL PUJIAN. Sekecil apapun kemajuan yang dibuat anak, hargai usahanya. Beri dia pujian atas prestasinya dan umumkan di depan seluruh anggota keluarga. Penghargaan Anda akan memacu semangatnya untuk terus belajar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-533510709297398926?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/533510709297398926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/533510709297398926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/05/sekilas-tentang-inklusi.html' title='SEKILAS TENTANG INKLUSI'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-8091678286883866502</id><published>2008-05-11T19:44:00.000+07:00</published><updated>2008-05-11T19:45:58.185+07:00</updated><title type='text'>hindari makanan di bawah ini</title><content type='html'>• Jangan makan daging mentah (sushi) atau yang dimasak kurang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Toksoplasmosis terdapat pada sayuran yang tidak dicuci dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan makan daging ayam dan telur yang dimasak kurang matang atau mentah , hindari makan hati ayam/daging yang mungkin sumber dari salmonella,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Minuman yang mengandung cafein seperti kopi, teh sebaiknya di hindari atau dibatasi karena kopi dapat memperngaruhi berat badan rendah pada bayi, keguguran dan juga cafein mengurangi penyerapan zat besi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-8091678286883866502?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/8091678286883866502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/8091678286883866502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/05/hindari-makanan-di-bawah-ini.html' title='hindari makanan di bawah ini'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-1929838782271324849</id><published>2008-04-26T21:41:00.000+07:00</published><updated>2008-04-26T21:42:31.541+07:00</updated><title type='text'>seksualitas bagi anak autis</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 27.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="DA"&gt;PENDIDIKAN SEKSUALITAS BAGI INDIVIDU AUTIS&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: Verdana;" lang="DA"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 27.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 27.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Menurut Adams (1997), tujuan pendidikan seks bagi individu autis adalah untuk membuat individu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        sadar dan menghargai ciri seksualitas diri sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        memahami perbedaan mendasar antara anatomi pria dan wanita, serta peran masing-masing jender dalam reproduksi manusia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        mengerti perubahan fisik dan emosi yang akan dialaminya, termasuk masalah-masalah       &lt;br /&gt;seperti menstruasi, mimpi basah, perasaan yang berubah-ubah, tumbuhnya buludi&lt;br /&gt;sekujur tubuh, perubahan bau badan dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        memahami bahwa tidak ada seorangpun punya hak melakukan tindakan seksual atas dirinya tanpa izin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        memahami tanggung jawab yang terlibat bila kita memiliki keturunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        memahami bahwa cara-cara kontrol kelahiran (metode keluarga berencana) harus dilakukan, kecuali anak memang dikehendaki dan dapat dirawat dengan baik serta bertanggung jawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga kesehatan diri dan orang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        tahu dan dapat mencari bantuan untuk masalah-masalah tertentu bilamana diperlukan (manakala terjadi pelecehan atau penularan penyakit)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        memahami makna norma masyarakat mengenai perilaku seksual yang pantas di   &lt;br /&gt;lingkungannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 27.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Sambil mengingatkan bahwa setiap individu berbeda, Schwier &amp;amp; Hingsburger (2000) mengusulkan untuk mengajarkan beberapa hal sesuai usia mental anak:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -27.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;" lang="DA"&gt;◇&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;           &lt;b&gt;Antara 3-9 tahun&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Beda laki dan perempuan (anatomi, kebiasaan, emosi, tuntutan  lingkungan dsb)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Beda tempat publik dan pribadi, nama anggota badan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 6pt 54.7pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Proses kelahiran bayi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -27.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;" lang="DA"&gt;◇&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;           &lt;b&gt;Antara 9-15 tahun&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Menstruasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Mimpi basah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Perubahan fisik lainnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Cara mengenali dan mengatakan ‘tidak’ pada sentuhan seksual oleh orang lain &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Proses ‘pembuahan’ yang menghasilkan bayi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Perasaan dan dorongan seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 6pt 54.7pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Masturbasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 60.5pt; text-align: justify; text-indent: -33pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;" lang="DA"&gt;◇&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;           &lt;b&gt;Usia 16 tahun dan lebih&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Proses terjadinya hubungan antar pribadi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Proses berkembangnya dorongan seksual dan bagaimana mengatasinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Homoseksualitas (perasaan senang pada teman sejenis)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Beda antara cinta kasih dan hubungan seks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Hukum dan konsekuensi dari menyentuh orang lain secara seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Pencegahan kehamilan, metode keluarga berencana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Penularan penyakit seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 55pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;        Tanggung jawab perkawinan dan memiliki anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 6pt 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -22.3pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Ada &lt;b&gt;2 (dua) jenis pengarahan&lt;/b&gt; yang diperlukan anak sehubungan dengan topik di atas, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;1.    Anak harus tahu batasan hal-hal yang boleh atau tidak boleh dari perilakunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 6pt 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -16.55pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;      Misal: tidak boleh membuka baju di depan orang lain, bagian tubuh mana dari orang lain yang masih pantas untuk disentuh (tangan, bahu), atau bagaimana menjaga kebersihan tubuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;2.    Anak harus diajarkan dasar-dasar ketrampilan sosial. Tanpa dasar seperti ini, ia akan sulit memasuki tahapan yang lebih rumit dari hubungan antar manusia seperti persahabatan, cinta, perkawinan, sampai ke hubungan seks. Biasanya individu tersebut sendiri yang menunjukkan apakah ia memiliki kebutuhan untuk sekedar berteman atau membentuk hubungan antar individu yang lebih rumit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Dalam menetapkan kebutuhan pengajaran pada anak, diperlukan pengamatan intensif. Misal: Anto disuruh teman-teman sebayanya mendatangi seorang gadis dan menyentuh dada gadis tersebut. Atau, Ali yang berdiri di kamar mandi dan buang air kecil dengan celana yang diturunkan hingga ke mata kaki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Sekilas tampaknya perilaku-perilaku tersebut tergolong perilaku seksual yang tidak pantas, tapi sesungguhnya lebih mewakili ketidak tahuan anak akan ‘hukum aturan sosial’ yang berlaku. Anto tidak tahu bahwa tidak boleh asal menyentuh dada gadis, sementara Ali juga tidak tahu bagaimana buang air kecil yang sepantasnya bagi pria dewasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 49.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Tidak cukup hanya meminta anak membedakan bagian tubuh atau memahami bagaimana bayi terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 6pt 49.7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Penting mengintegrasikan aspek fisik, emosi dan sosial pada saat mengajarkan beberapa hal di atas. Anak harus mengerti sikap, nilai dan ketrampilan dasar tertentu untuk dapat berespons pada situasi yang berbeda-beda. Misalnya ketika belajar mengenai payudara-nya sendiri, seorang anak gadis harus tahu bahwa:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;~      Payudara memiliki tujuan estetika dan tujuan fungsi (aspek fisik)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;~      Payudara adalah bagian tubuh yang ‘pribadi’ (aspek sosial)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;~      Tidak nyaman membicarakan bagian-bagian tubuh pribadi begini, maka penting menemukan seseorang yang bersedia menjawab pertanyaan dan masalah (aspek sosial)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;~      Banyak cara menolak upaya-upaya yang tidak diinginkan bila seseorang berusaha menyentuh payudaranya (ketrampilan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 33.85pt 0.0001pt 71.5pt; text-align: justify; text-indent: -16.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;~      Kalau ada orang lain berusaha menyentuh payudaranya, ia mungkin akan merasa tidak nyaman (aspek emosional).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 33.85pt 5pt 49.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;"&gt;Selain pengertian tentang perubahan fisik, aspek sosial, ketrampilan dan emosional; penting mengembangkan perasaan positif terhadap diri sendiri ( = self love &amp;amp; self acceptance ). &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;Perasaan positif terhadap diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt; ini sangat penting dan menentukan. Beberapa kasus membuktikan kemungkinan yang sangat memprihatinkan bila seorang individu tidak merasa diterima apa adanya. Misal: Seorang wanita tidak suka penampilan dan dirinya sendiri. Begitu bencinya ia pada dirinya sendiri, sehingga ia bahkan tidak bisa bercermin. Setiap kali ia melihat bayangan dirinya sendiri, ia akan memukuli dirinya. Atau wanita lain yang hanya bisa berbisik ketika diminta menjawab pertanyaan orang lain. Atau wanita lain yang begitu saja membiarkan dirinya dijadikan obyek oleh laki-laki karena mendambakan kemungkinan melupakan bahwa dirinya ‘tidak menarik’ sehingga bahkan pelecehan atas dirinya ia biarkan saja karena ia artikan sebagai bentuk perhatian dari seseorang terhadap dirinya.Yang penting adalah memperhatikan tingkat pemahaman, kemampuan berbahasa, tingkat fungsi sosial, perilaku dan kematangan emosi setiap individu sehingga materi pengajaran juga dapat disesuaikan dengan kondisi anak.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Disarikan dari berbagai sumber.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-1929838782271324849?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/1929838782271324849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/1929838782271324849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/04/seksualitas-bagi-anak-autis.html' title='seksualitas bagi anak autis'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-1310837397046808745</id><published>2008-03-28T20:44:00.002+07:00</published><updated>2008-03-28T20:48:33.234+07:00</updated><title type='text'>informasi</title><content type='html'>untuk semua orang tua murid Dalta Ozora, kami beritahukan bahwa, pada tanggal 29 Maret 2008, kami mengadakan konsultasi dengan konsultan medis kami.&lt;br /&gt;pada pukul 09.00 - selesai.&lt;br /&gt;bertempat di jalan Mayjend sungkono no 62 madiun. bagi orang tua yang berminat hadir, dapat datang pada waktu dan jam yang telah tersedia.&lt;br /&gt;terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-1310837397046808745?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/1310837397046808745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/1310837397046808745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/03/informasi.html' title='informasi'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-1185062707260750790</id><published>2008-03-22T09:48:00.001+07:00</published><updated>2008-03-22T09:49:49.454+07:00</updated><title type='text'>DIET PENTING SEKALI</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;;" lang="DA"&gt;DIET DAPAT MERUBAH PERILAKU ANAK&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;; color: black;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;; color: black;" lang="DA"&gt;.........Widodo mengingatkan bahwa reaksi makanan tersebut tidak terjadi pada semua orang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;; color: black;"&gt;Harus diwaspadai gangguan saluran cerna sejak dini. Beberapa gejala gangguan saluran cerna tersebut sebenarnya sudah tampak sejak lahir. Sejak usia awal kehidupan tampak bayi sering rewel, kolik/menangis terus menerus tanpa sebab pada malam hari, sering cegukan, sering “berak ngeden”, kembung, sering gumoh, berak berwarna hitam atau hijau, berak timbul warna darah. Sering mengalami ganguan Luang air besar, bisa sulit Luang air besar (tidak tiap hari) atau sering buang air besar. Lidah berwarna putih (“like moniliasis symtomp”) dan drooling (ngiler). Penderita gangguan reaksi makanan ini sering terjadi pada anak dengan riwayat lahir prematur dan penderita hernia umbilikalis, scrotalis atau inguinalis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;; color: black;" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;Gangguan perilaku yang sering dikaitkan dengan Reaksi Simpang Makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;b style=""&gt;GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;• &lt;b style=""&gt;GANGGUAN TIDUR (biasanya MALAM-PAGI)&lt;/b&gt; gelisah/bolak-balik ujung ke ujung, bila tidur posisi “nungging”, berbicara/tertawa/berteriak dalam tidur, sulit tidur, malam sering terbangun/duduk, gelisah saat memulai tidur, gigi gemeretak (beradu gigi), tidur ngorok&lt;br /&gt;• &lt;b style=""&gt;AGRESIF &lt;/b&gt;sering memukul kepala sendiri,orang atau benda di sekitarnya. Sering menggigit, mencubit, menjambak (spt “gemes”)&lt;br /&gt;• &lt;b style=""&gt;GANGGUAN KONSENTRASI &lt;/b&gt;: CEPAT BOSAN terhadap sesuatu aktifitas (kecuali menonton televisi, baca komik atau main game), TIDAK BISA BELAJAR LAMA, terburu-buru, tidak mau antri, TIDAK TELITI, sering kehilangan barang atau sering lupa, nilai pelajaran naik turun drastis. Nilai pelajaran tertentu baik, tapi pelajaran lain buruk. Sulit menyelesaikan pelajaran sekolah dengan baik.Sering mengobrol dan mengganggu teman saat pelajaran. BIASANYA ANAK TAMPAK CERDAS DAN PINTAR.&lt;br /&gt;• &lt;b style=""&gt;GANGGUAN EMOSI &lt;/b&gt;(mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, suka membantah dan sulit diatur. Cengeng atau mudah menangis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;; color: black;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;; color: black;" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;• &lt;b style=""&gt;GANGGUAN MOTORIK KASAR&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Tidak bisa BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK sesuai usia. Berjalan sering terjatuh dan terburu-buru, sering menabrak dan jatuh, jalan jinjit, duduk leter W/kaki ke belakang. Berjalan terlambat, mendadak jalan pincang sementara. Motorik mulut : sulit mengunyah atau menelan.&lt;br /&gt;• &lt;b style=""&gt;KETERLAMBATAN BICARA&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Tidak mengeluarkan kata umur &lt;&gt; 2 tahun membaik.&lt;br /&gt;• &lt;b style=""&gt;IMPULSIF&lt;/b&gt; : banyak bicara/tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;• Memperberat gejala HIPERAKTIF (ADHD/ADD), AUTISME dan GANGGUAN SPEKTRUM AUTISM lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKANAN PENYEBAB REAKSI SIMPANG MAKANAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penyebab alergi di dalam makanan adalah protein, glikoprotein atau polipeptida dengan berat molekul lebih dari 18.000 dalton, tahan panas dan tahan ensim proteolitik. Sebagian besar alergen pada makanan adalah glikoprotein dan berkisar antara 14.000 sampai 40.000 dalton. Molekul-molekul kecil lainnya juga dapat menimbulkan kepekaan (sensitisasi) baik secara langsung atau melalui mekanisme hapten-carrier. Perlakuan fisik misalnya pemberian panas dan tekanan dapat mengurangi imunogenisitas sampai derajat tertentu. Makanan penyebab alergi yang paling sering adalah ikan laut, telor, susu sapi, buah-buahan dan kacang-kacangan.&lt;br /&gt;Terdapat juga beberapa makanan yang dapat mengganggu otak tetapi tidak melalui reaksi imunologi melainkan karena intoleransi makanan diantaranya adalah salisilat, tartarzine (zat pewarna makanan), nitrat, amine, MSG(monosodium Glutamat), antioksidan, jamur, laktose, benzoote. Makanan yang mengandung salisilat adalah ditemukan dalam buah, saur, kacang, the, kopi, bir, anggur dan obat-obatan seperti aspirherbs, spices, spreads, teh dan kopi, jus, bir, dan minuman anggur dan obat=obatan seperti aspirin. Konsestrasi tinggi terdapat dalam buah kering seperti sultanas. Tartarzine didapatkan pada makanan sosis, Amines sering diproduksi selama fermentasi dan pemecahan protein ditemukan dalam keju, coklat, anggur, bir, tempe, sayur dan buah seperti pisang, alpukat dan tomat. Benzoat ditemukan dalam beberapa buah, sayur, kacang, anggur, kopi dan sebagainya. Glutamat banyak didapatkan pada tomat, keju, mushrooms, saus, ekstrak daging dan jamur. Monosodium Glutamat sering ditemukan pada penyedap makanan : vetsin, kecap, atau makanan lannya..&lt;br /&gt;Zat aditif makanan yang dapat mengganggu saluran cerna dan gangguan otak adalah bahan pengawet, bahan pewarna, bahan pemutih, emulsifier, enzim, bahan penetap, bahan pelapis atau pengkilat, bahan Pengatur pH, bahan pemisah, perubah patiu, ragi makanan, pelarut untuk ekstraksi, bahan pemanis atau pembawa bahan anti pembekuan. Sedangkan makanan yang mengganggu pada penderita celiac adalah berupa gluten atau tepung terigu dan makanan derivatnya.&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;; color: black;" lang="DA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;; color: black;" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;PENATALAKSANAAN KLINIK BIOMEDIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Eras Medium ITC&amp;quot;; color: black;" lang="DA"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Penanganan klinik biomedis Penanganan terbaik pada penderita gangguan reaksi simpang makanan adalah dengan menghindari makanan penyebabnya&lt;/b&gt;. &lt;u&gt;Untuk mengetahui jenis reaksi simpang makanan, harus dilakukan anamnesis riwayat keluhan yang cermat, pemeriksaan fisik dan eliminasi provokasi. Disamping itu dilakukan pemeriksaan laboratotium penunjang untuk membedakan apakah suatu alergi makanan, intoleransi makanan, penyakit celiac atau reaksi makanan lainnya.&lt;/u&gt; Pemberian ensim, obat-obatan dan vitamin lainnya dalam jangka panjang adalah bukti kegagalan dalam mengidentifikasi makanan penyebab reaksi simpang makanan tersebut. &lt;b style=""&gt;Terapi diet tampaknya sangat berperanan dalam mengatasi masalah gangguan pada saluran cerna, sistem susunan saraf pusat dan gangguan perilaku. Terapi diet adalah mengenali secara cermat gejala reaksi simpang makanan dan mengidentifikasi secara tepat penyebabnya, maka gangguan pada saluran cerna, sistem susunan saraf pusat dan gangguan perilaku dapat dikurangi.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Penanganan reaksi simpang makanan dengan gangguan perilaku harus dilakukan secara holistik. Selain menghindari makanan penyebab maka diperlukan penanganan multidisiplin ilmu kesehatan anak. Bila perlu harus melibatkan bidang neurologi, psikiater, tumbuh kembang, endokrinologi, alergi, gastroenterologi dan bidang ilmu kesehatan anak lainnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-1185062707260750790?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/1185062707260750790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/1185062707260750790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/03/diet-penting-sekali.html' title='DIET PENTING SEKALI'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-2302184408551591556</id><published>2008-03-16T06:36:00.002+07:00</published><updated>2008-03-16T06:40:55.848+07:00</updated><title type='text'>SEKILAS TENTANG TANTRUM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="';font-family:Arial';"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:644.95pt;height:27pt'"&gt;  &lt;v:imagedata croptop="-65520f" cropbottom="65520f"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:18;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Arial;font-size:18;"  &gt;Temper Tantrum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-family:Arial;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Andi menangis, menjerit-jerit dan berguling-guling di lantai karena menuntut ibunya untuk membelikan mainan mobil-mobilan di sebuah hypermarket di Jakarta? Ibunya sudah berusaha membujuk Andi dan mengatakan bahwa sudah banyak mobil-mobilan di rumahnya. Namun Andi malah semakin menjadi-jadi. Ibunya menjadi serba salah, malu dan tidak berdaya menghadapi anaknya. Di satu sisi, ibunya  tidak ingin membelikan mainan tersebut karena masih ada kebutuhan lain yang lebih mendesak. Namun disisi lain, kalau tidak dibelikan maka ia kuatir Andi akan menjerit-jerit  semakin lama dan keras, sehingga menarik perhatian semua orang dan orang bisa saja menyangka dirinya adalah orangtua yang kejam. Ibunya menjadi bingung....., lalu akhirnya ia terpaksa membeli mainan yang diinginkan Andi. Benarkah tindakan sang Ibu?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Temper Tantrum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Kejadian di atas merupakan suatu kejadian yang disebut sebagai &lt;i&gt;Temper Tantrums&lt;/i&gt; atau &lt;b style=""&gt;suatu luapan emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Temper Tantrum (untuk selanjutnya disebut sebagai Tantrum) seringkali muncul pada anak usia 15 (lima belas) bulan sampai 6 (enam) tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Tantrum&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;biasanya terjadi pada anak yang aktif dengan energi berlimpah. Tantrum juga lebih mudah terjadi pada anak-anak yang dianggap "sulit", dengan ciri-ciri sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30pt; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Memiliki kebiasaan tidur, makan dan buang air besar tidak teratur.&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30pt; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Sulit menyukai situasi, makanan dan orang-orang baru.&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30pt; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Lambat beradaptasi terhadap perubahan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30pt; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Moodnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; (suasana hati) lebih sering negatif.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30pt; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Mudah, gampang merasa marah/kesal&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 30pt; margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Sulit dialihkan perhatiannya&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.75pt; text-indent: -18.75pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di bawah usia 3 tahun:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Menangis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Menggigit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Memukul&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Menendang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 30pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Menjerit&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;/ &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Memekik-mekik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.75pt; text-indent: -18.75pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Usia 3 - 4 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="font-family: arial;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Perilaku-perilaku      tersebut diatas&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ditambah dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Menghentak-hentakan      kaki&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;disertai dengan berteriak-teriak&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36.75pt; text-indent: -18.75pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Usia 5 tahun ke atas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="font-family: arial;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Perilaku- perilaku tersebut pada 2 (dua) kategori usia di atas&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Memaki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Menyumpah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Memukul kakak/adik atau temannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Mengkritik diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Memecahkan barang dengan sengaja&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Faktor Penyebab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya Tantrum. Diantaranya adalah sebagai berikut: &lt;span style="color:white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;Terhalangnya keinginan anak terhadap sesuatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;Setelah tidak berhasil meminta sesuatudan anak tetap menginginkannya, anak mungkin akan memakai cara tantrum untuk menekan orang tua agar mendapat apa yang diinginkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Keidakmampuan anak untuk mengungkapkan diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;Anak –anak yang mempunyai keterbatasan bahasa,ada saatnya ia ingin mengungkapkan sesuatu tapi tidak bisa dan orang tuapun tidak bisa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengerti apa yang diinginkan anak. Kondisi ini dapat memicu anak menjadi frustasi dan terungkap dalam bentuk tantrum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Tidak terpenuhinya kebutuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;Anak yang hiperaktif biasanya membutuhkan ruang dan waktu yang cukup untuk selalu bergerak dan tidak bisa diam dalam waktu yang lama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;Pola asuh orang tua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;Cara orang tua mengasuh anak juga berperan dalam menimbulkan perilaku tantrum. Anak yang terlalu dimanjakan dan selalu mendapat apa yang diinginkannya, sangat mungkin akan tantrum bila suatu kali permintaannya ditolak. Bagi anak yang terlalu dilindungi atau idominasi oleh orang tuanya, sekali waktu anak bisa bereaksi menentang dominasi orang tuanya dengan perilaku tantrum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;Orang tua yang mengasuh anak secara tidak konsisiten juga bisa menyebabkan anak tantrum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;Misalkan orang tua tidak mempunyai pola yang jelas, kapan ingin mengizinkan atau kapan melarang anak untuk berbuat sesuatu, dan orang tua selalu mengancam menghukum, tapi tidak pernah menghukum. Anak akan dibingungkan oleh sikap orang tua, dan menjadi tantrum ketika orang tua benar-benar menghukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="DA" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;Dikutip dan diterjemahkan dari buku ”tantrum secret to calming the storm” (La Forge 1996).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-2302184408551591556?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/2302184408551591556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/2302184408551591556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/03/sekilas-tentang-tantrum.html' title='SEKILAS TENTANG TANTRUM'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-1350363372164322440</id><published>2008-03-04T18:55:00.002+07:00</published><updated>2008-03-04T19:00:01.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='metode terapi autisme'/><title type='text'>METODE PEMBELAJARAN BAGI ANAK AUTISME</title><content type='html'>Ada Beberapa Pendekatan Pembelajaran Anak Autistik Antara Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Discrete Tial Training (DTT) : Training ini didasarkan pada Teori Lovaas yang mempergunakan pembelajaran perilaku. Dalam pembelajarannya digunakan stimulus respon atau yang dikenal dengan orperand conditioning. Dalam prakteknya guru memberikan stimulus pada anak agar anak memberi respon. Apabila perilaku anak itu baik, guru memberikan reinforcement (penguatan). Sebaliknya perilaku anak yang buruk dihilangkan melalui time out/ hukuman/kata “tidak”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Intervensi LEAP (Learning Experience and Alternative Programfor Preschoolers and Parents) menggunakan stimulus respon (sama dengan DTT) tetapi anak langsung berada dalam lingkungan sosial (dengan teman-teman). Anak auitistik belajar berperilaku melalui pengamatan perilaku orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Floor Time merupakan teknik pembelajaran melalui kegiatan intervensi interaktif. Interaksi anak dalam hubungan dan pola keluarga merupakan kondisi penting dalam menstimulasi perkembangan dan pertumbuhan kemampuan anak dari segi kumunikasi, sosial, dan perilaku anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. TEACCH (Treatment and Education for Autistic Childrent and Related Communication Handicaps) merupakan pembelajaran bagi anak dengan memperhatikan seluruh aspek layanan untuk pengembangan komunikasi anak. Pelayanan diprogramkan dari segi diagnosa, terapi/treatment, konsultasi, kerjasama, dan layanan lain yang dibutuhkan baik oleh anak maupun orangtua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-1350363372164322440?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/1350363372164322440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/1350363372164322440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/03/metode-pembelajaran-bagi-anak-autisme.html' title='METODE PEMBELAJARAN BAGI ANAK AUTISME'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-4587846759153425891</id><published>2008-03-01T08:33:00.005+07:00</published><updated>2008-03-01T08:39:46.228+07:00</updated><title type='text'>Hasil konsultasi dengan Psikiater</title><content type='html'>dari beberapa murid kami yang mengkonsumsi obat dari psikiater, ada yang menunjukkan gejala perbaikan perilaku yang positif, seperti berkurangnya hiperaktifitas, dan kontak mata yang semakin baik, serta pola konsumsi makan yang lebih teratur.&lt;br /&gt;semoga hal ini dapat terus berlanjut ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;TERUS BERJUANG!!!!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-4587846759153425891?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/4587846759153425891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/4587846759153425891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/03/hasil-konsultasi-dengan-psikiater.html' title='Hasil konsultasi dengan Psikiater'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-908648223850061159</id><published>2008-02-27T20:16:00.003+07:00</published><updated>2008-02-27T20:27:49.427+07:00</updated><title type='text'>hasil talk show di radio</title><content type='html'>hari ini kami, team dari management Dalta Ozora, diundang talk show di radio Moderato madiun. topiknya tentang autism spectrum disorder.&lt;br /&gt;banyak pertanyaan yang masuk melalui sms, yang bertanya tentang gejala2 autism pada anak, bagaimana anak autis dapat memasuki sekolah formal dll&lt;br /&gt;endingnya, team management dari "dalta ozora", diminta untuk mengasuh acara tersebut, setiap hari rabu minggu ke 4, yang membahas tentang autism dan spektrumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mohon bantuan dari teman- teman.&lt;br /&gt;terus berjuang !!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-908648223850061159?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/908648223850061159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/908648223850061159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/02/hasil-talk-show-di-radio.html' title='hasil talk show di radio'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-6258831020315098137</id><published>2008-02-23T15:23:00.004+07:00</published><updated>2008-02-23T15:33:03.519+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R7_ZQ6xY56I/AAAAAAAAABg/dl7FGuNiKJk/s1600-h/hu1.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170089781922162594" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R7_ZQ6xY56I/AAAAAAAAABg/dl7FGuNiKJk/s200/hu1.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;ACARA KONSULTASI DENGAN PSIKIATER HARI INI LUMAYAN SUKSES, BANYAK ORANG TUA YANG MEMBERIKAN RESPON POSITIF. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;UNTUK BULAN DEPAN, KITA ADAKAN LAGI DI MINGGU KE EMPAT.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;BAGI TEMAN2 YANG INGIN IKUT, DAPAT MENGHUBUNGI LEMBAGA "DALTA OZORA".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;SEDANGKAN UNTUK KONSULTASI PROGRAM, TETAP KITA ADAKAN PADA MINGGU KE 2. NAMUN UNTUK KONSULTASI PROGRAM, SEMENTARA INI, HANYA KHUSUS UNTUK MURID2 DALTA OZORA. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;THANKS.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-6258831020315098137?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/6258831020315098137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/6258831020315098137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/02/acara-konsultasi-dengan-psikiater-hari.html' title=''/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R7_ZQ6xY56I/AAAAAAAAABg/dl7FGuNiKJk/s72-c/hu1.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-5221820564150025722</id><published>2008-02-21T19:41:00.004+07:00</published><updated>2008-02-23T15:09:58.353+07:00</updated><title type='text'>Info terbaru tentang Autis</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R71zFKxY55I/AAAAAAAAABY/Nctd2IAgITM/s1600-h/hu+berenang.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169414479919245202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R71zFKxY55I/AAAAAAAAABY/Nctd2IAgITM/s200/hu+berenang.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tujuh dari 1.000 anak menderita Autis" . Jumlah anak menderita autis dari waktu Ke waktu terus meningkat. Tujuh dari 1.000 anak yang lahir di dunia ini menderita autisme. Pengawas SLB Diknas DKI Jakarta Drs. Anang Suparmin tidak berani memastikan penyebab autisme. Namun dari diskusi yang dilakukan dengan seorang dokter spesialis anak memperoleh penjelasan bahwa salah satu penyebabnya bisa akibat salah vaksinasi. Misalnya vaksinasi dilakukan terhadap anak ketika dia tidak sehat. Karena kondisi anak tidak sehat, di dalam darah vaksin berubah menjadi zat yang mempengaruhi otak si anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa Panduan Deteksi Dini Gangguan SI&lt;br /&gt;Mandi, berpakaian, sentuhan&lt;br /&gt;Marah / menangis pada saat memakai atau mengganti popok.&lt;br /&gt;Hanya suka pada jenis pakaian tertentu, tidak suka dengan tekstur kain tertentu.&lt;br /&gt;Tidak suka / menangis, ketika mandi, keramas dan muka dibasuh / dibersihkan.&lt;br /&gt;Suka memakai baju lengan panjang meskipun hari panas.&lt;br /&gt;Tidak suka jenis permainan yang amburadul (bermain bedak, tepung, air).&lt;br /&gt;Tidak mudah merasa sakit, ketika jatuh, terantuk atau tidak menangis ketika disuntik&lt;br /&gt;Gerakan (movement):&lt;br /&gt;Pada tahap perkembangan motorik, anak tidak melalui tahapan merangkak atau tahap merangkaknya pendek.&lt;br /&gt;Tidak bisa diam: banyak gerak, lari-lari, lompat-lompat, berayun.&lt;br /&gt;Tidak suka / menangis, ketika diayun.&lt;br /&gt;Mudah jatuh, kikuk, keseimbangan tubuh kurang bagus, mudah jatuh, sering menabrak benda (setelah usia 1 tahun).&lt;br /&gt;Takut atau ragu-ragu bergerak di permukaan yang tidak rata atau takut bergerak pada permukaan yang tidak sama (misalnya dari lantai keramik ke karpet).&lt;br /&gt;Pendengaran, Bahasa dan Suara:&lt;br /&gt;Tidak suka / menghindar dari bunyi-bunyian tertentu (musik, vacuum cleaner, hair dryer, flushing toilet).&lt;br /&gt;Organ pendengaran normal tapi ketika dipanggil namanya, anak tidak merespon / menoleh.&lt;br /&gt;Tidak ada/ sedikit fase mengoceh (babbling).&lt;br /&gt;Sangat mudah terganggu / beralih perhatian pada suara tertentu (suara iklan TV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh Arief Budhi Santoso, dirangkum dari berbagai sumber.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-5221820564150025722?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/5221820564150025722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/5221820564150025722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/02/info-terbaru-tentang-autis.html' title='Info terbaru tentang Autis'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R71zFKxY55I/AAAAAAAAABY/Nctd2IAgITM/s72-c/hu+berenang.bmp' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-948379673905554173</id><published>2008-02-17T20:15:00.001+07:00</published><updated>2008-02-21T19:40:15.696+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT DATANG DI KOMUNITAS AUTIS MADIUN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R71xF6xY54I/AAAAAAAAABQ/9A37-6ArAWw/s1600-h/hu+si+gemuk.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169412293780891522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R71xF6xY54I/AAAAAAAAABQ/9A37-6ArAWw/s200/hu+si+gemuk.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R7g9QaxY53I/AAAAAAAAABI/x0yWaa8JXc0/s1600-h/Picture+002.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167947924681320306" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R7g9QaxY53I/AAAAAAAAABI/x0yWaa8JXc0/s200/Picture+002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selamat bertemu kembali kepada teman-teman pemerhati autis di Madiun dan sekitarnya. Kami sedikit menberikan info, bahwa keberadaan lembaga kita, sudah bisa di daftarkan ke dinas pendidikan setempat, untuk legalitas dan kekuatan hukum. Cuma harus sabar ya.. perlu waktu dan biasanya harus bolak-balik. Agar lebih mantap lagi, selain di dinas pendidikan, keberadaan lembaga kita, juga dapat di daftarkan ke kabupaten / kota setempat. untuk perijinan HO dan Surat Ijin Tempat Usaha, dan yang penting, jangan lupa..... wajib punya NPWP.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Oh ya.. sekedar info, lembaga kami, Dalta Ozora, pada tanggal 23 Februari 2008, akan mendatangkan Psikiater ke tempat kami, kami mengundang kepada para orang tua dari anak penyandang kebutuhan khusus, agar dapat berkonsultasi dengan Psikiater tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;kegiatan tersebut, kami adakan pada jam 08.00 sampai selesai......&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dalam forum itu, para orang tua dapat menyampaikan apa yang menjadi kendala dan bagaimana solusinya dari segi medis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-948379673905554173?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/948379673905554173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/948379673905554173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/02/selamat-datang-di-komunitas-autis.html' title='SELAMAT DATANG DI KOMUNITAS AUTIS MADIUN'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R71xF6xY54I/AAAAAAAAABQ/9A37-6ArAWw/s72-c/hu+si+gemuk.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-7993134393358875550</id><published>2008-02-06T09:02:00.001+07:00</published><updated>2008-02-23T15:22:36.481+07:00</updated><title type='text'>PROFIL DALTA OZORA MADIUN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R7gaiqxY52I/AAAAAAAAABA/7qK4KU_0H7w/s1600-h/hu+dan+mami.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167909755306960738" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R7gaiqxY52I/AAAAAAAAABA/7qK4KU_0H7w/s200/hu+dan+mami.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;D A L T A O Z O R A&lt;br /&gt;LEMBAGA PAGUYUBAN BINA ANAK AUTIS DAN ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS&lt;br /&gt;Desa sidomulyo, RT 11 RW 3, Kec. Sawahan Kab. Madiun. 63162. Telp 0351 459943&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang sedang menjadi perhatian banyak pihak dewasa ini ialah, suatu gangguan dari individu Special Needs atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang disebut dengan AUTISME, menurut beberapa kriteria yang ada, dapat disimpulkan bahwa autisme ialah, suatu gangguan kompleks yang terjadi sebelum anak berusia 3 tahun, yang meliputi gangguan di bidang komunikasi (bahasa), perilaku yang tidak wajar, dan gangguan interaksi sosial.&lt;br /&gt;Istilah Autisme saat ini dikenal dengan spectrum autisme, atau diistilahkan dengan ASD (Autism Spectrum Disorder). Yang terdiri dari Autisme itu sendiri, AD(H)D, asperger, dan PDD – NOS. Semuanya memiliki ciri yang spesifik dan khas.&lt;br /&gt;Autisme merupakan suatu ekpresi neurologist terhadap dampak racun – racun dari lingkungan, pada anak yang pada dasarnya telah mempunyai kelemahan genetic (Melly Budiman, 2005).&lt;br /&gt;Timbulnya gejala ASD ini, dapat terjadi sejak lahir (infatil), ataupun, anak sempat berkembang normal, kemudian mundur (regresif) setelah usia 1,5 – 3 tahun. Timbulnya gejala autisme, dapat disebabkan oleh lingkungan yang kotor, racun kimia, racun dalam makanan. Lingkungan kita makin hari makin dikotori oleh zat – zat kimia dan racun – racun (merkuri, timbale hitam, arsen, cadmium), hal ini berdampak hebat pada janin yang sedang dikandung. US FDA (United States Food Drug and Administration) memperkirakan bahwa 87000 zat kimia yang dipakai secara meluas, dan 62000 dapat menembus sawar otak (Melly Budiman, Seminar Intervensi Biomedis, Medan, 2005). Racun kimia dapat disebabkan oleh pemakaian pestisida yang berlebihan, pemakaian insektisida di dalam rumah, pemakaian zat kimia dalam kosmetik, cairan pembersih dll. Racun dalam makanan, menurut penelitian yang pernah dilakukan, ada sekitar 3000 zat kimia yang dipakai dalam makanan, 10000 zat kimia dipakai sebagai penambah (aditif). Merkuri, sebagai salah satu elemen non -radio aktif yang paling beracun di dunia, bila memasuki tubuh, akan ditemukan dalam darah selama 3 – 6 minggu, setelah itu akan masuk dalam setiap organ dan setiap sel tubuh. Sumber merkuri ini, bisa berasal dari asap gunung berapi, pembakaran arang, lampu neon, tambalan gigi (amalgam), ikan laut yang terkontaminasi, merkuri dalam bahan pengawet vaksin, pemakaian merkuri dalam obat seperti, salep jamur, obat luka, pemutih dll.&lt;br /&gt;Penegakkan diagnosa autisme, dapat ditegakkan secara klinis dengan memantau anak, melihat perkembangannya dan wawancara dengan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Dewasa ini istilah anak “Special Needs” (SN) atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sudah menjadi suatu ungkapan yang banyak dipakai oleh berbagai kalangan, terutama yang bergerak di bidang pendidikan.&lt;br /&gt;Pada pertengahan decade 90an, masih sedikit sekali kalangan swasta yang bergerak di layanan pendidikan ini, kebanyakan institusi – institusi pemerintah lah yang banyak mendirikan sekolah, seperti sekolah luar biasa, baik itu SLB A, B, C ataupun pantipanti rehabilitasi bagi anak – anak yang memerlukan layanan pendidikan dasar, atau lanjutan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ditambah dengan kasus – kasus yang semakin kompleks, dari individu yang menyandang kebutuhan khusus, maka saat ini sudah mulai bermunculan kelompok masyarakat yang secara swadaya, mendirikan lembaga – lembaga pelatihan atau disebut tempat – tempat terapi, yang menampung individu SN (special needs), yang tidak tertampung atau belum tertangani oleh lembaga atau sekolah pemerintah yang telah ada. Namun sayangnya, keberadaan tempat – tempat terapi ini, bisanya terletak di kota – kota besar, seperti di Jakarta, ataupun ibu kota provinsi, terutama di pulau Jawa. Padahal peningkatan jumlah anak ASD, menurut ARI (Autism Research Institute), San Diego Amerika Serikat, sebelum tahun 1980 1: 5000 ; Tahun 2000 1: 500 ; Tahun 2005 1: 160. Demikian juga di kabupaten / kota di seluruh Indonesia, banyak ditemui kasus Anak Berkebutuhan Khusus.&lt;br /&gt;Kalangan swasta yang mendirikan tempat terapi ini, biasanya terdiri dari satu atau beberapa orang yang sangat interest terhadap kemajuan atau perkembangan layanan pendidikan khusus. Mereka berawal dari perkumpulan beberapa orang tua yang mempunyai anak dengan kebutuhan khusus, dan menginginkan layanan pendidikan yang special bagi anak – anaknya. Pendidikan special di sini berarti, tidak sama dengan sekolah formal. Karena anakanak ini, belum mampu untuk belajar bersama dengan teman – temannya, belum mampu untuk bersosialisasi dengan teman temannya, bahkan ada anak yang belum mampu untuk berkomunikasi secara verbal. Sehingga pihak sekolah pun banyak menemui kendala bila menerima anak – anak SN ini. Untuk itu, orang tua dari anak – anak SN ini, biasanya membawa anaknya di kotakota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dll, yang mempunyai tempat terapi bagi anak berkebutuhan khusus.&lt;br /&gt;Setelah anakanak tersebut menjalani terapi dalam waktu tertentu, dan dirasa sudah mempunyai kemampuan yang memadai di dalam hal, komunikasi, perilaku, dan akademik, maka mereka baru “berani” memasukkan anaknya di sekolah formal.&lt;br /&gt;Dari beberapa kejadian yang pernah ada, tidak semua orang tua memiliki waktu dan kemampuan memasukkan anaknya di tempat terapi dikota besar. Karena mereka biasanya tinggal di kota kabupaten atau kotamadya yang jauh dari ibu kota provinsi. Mereka yang “bisa “ memasukkan anaknya di tempat terapi di ibu kota provinsi, biasanya harus rela berpisah, dari keluarganya untuk sementara waktu, karena tempat kerja dan domisili orang tua yang sulit untuk pindah ke lain kota. Mengingat tidak semua orang tua rela berpisah dari anaknya, maka biasanya mereka secara “terpaksa” memasukkan anaknya ke tempat atau sekolah yang belum tentu, cocok dengan kondisi anaknya. Hal ini tentu membuat perkembangan anaknya menjadi lambat dan tidak optimal.&lt;br /&gt;Mengacu pada hal di atas, maka saat ini mulai ada tempat – tempat terapi di kabupaten / kota di beberapa provinsi di Indonesia, meskipun dari segi jumlah, masih dirasakan sangat kurang, dibanding kasuskasus individu dengan SN.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;II. MAKSUD DAN TUJUAN&lt;br /&gt;Melihat perbandingan antara jumlah kasus anak berkebutuhan khusus, dengan jumlah lembaga pelatihan/tempat terapi yang tidak seimbang, maka kami sebagai individu yang sudah lama berkecimpung dalam upaya penanganan penyandang autisme dan ABK, merasa prihatan dan tergerak untuk ikut mengentaskan mereka, dengan mendirikan suatu tempat yang bertujuan memberikan tata laksana secara terpadu, bagi ABK di Kota Madiun, agar mereka mendapatkan suatu kondisi yang lebih baik, dalam hal komunikasi, perilaku, dan aspek akademik, sehingga mereka dapat bersekolah dengan pola inklusi. Dimana menurut pengamatan kami, di Madiun masih sangat sedikit, lembaga yang bergerak di bidang ini, berbeda dengan kota – kota lain di Pulau Jawa atau bahkan di luar Jawa, seperti Medan, Padang, Manado, sudah sangat banyak lembaga yang berdiri. Bahkan di Medan, dinas pendidikan setempat, sudah mendukung pelaksanaan program inklusi, bagi ABK dan tahun ini sudah mencapai tahun ke 5, dimana anakanak tersebut dapat memasuki Sekolah Negeri.&lt;br /&gt;Kami sangat berharap Dinas Pendidikan Kota Madiun, mampu mempelopori, pola pendidikan inklusi bagi anak – anak ABK, agar dapat memasuki mainstream, terutama di wilayah seKaresidenan Madiun. Tentunya sebelum program inklusi berjalan, maka layanan pendidikan khusus, seperti tempat yang akan kami kelola ini, sangat membutuhkan “payung” dan membutuhkan “restu” agar dapat berjalan dan berkembang dengan baik, seperti lembaga – lembaga sejenis, di kota lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PELAKSANAAN&lt;br /&gt;Seperti juga lembaga pendidikan swasta, kami mendirikan lembaga ini secara swadaya dan swakelola, dengan menggunakan metode dan cara pembelajaran ABA Berdasarkan pengalaman kami mengelola lembaga sejenis selama bertahuntahun, di kota Medan, Surabaya dan Yogyakarta, dinas pendidikan di kota – kota tersebut, sangat antusias dan memudahkan kami bergerak dan mendidik ABK. Bahkan untuk tingkat Pusat, kami pernah diundang pihak depdiknas, untuk mengikuti pelatihan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus, di Bogor, tahun 2002.&lt;br /&gt;Demikianlah perkenalan kami sebagai insan yang sangat peduli dan concern dengan anak – anak berkebutuhan khusus, berketetapan hati dan bertekad bulat untuk mendirikan lembaga pendidikan SN di Madiun, dengan menularkan pengalaman yang pernah kami peroleh selama bertahuntahun di berbagai kota di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI&lt;br /&gt;Mewujudkan suatu kondisi bagi individu baik yang sehat maupun yang mengalami kekurangan atau cacat fisik dan mental, agar dapat mandiri di kehidupan sosial dan dapat memperoleh pendidikan formal dan informal, secara holistik, dari jenjang pendidikan dasar hingga sekolah menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelenggarkan suatu proses pembelajaran, pelatihan dan bimbingan, bagi seluruh masyarakat yang mengalami gangguan di sisi fisik dan mental, agar dapat lebih mandiri, terutama bagi mereka yang masih dalam usia pra sekolah dan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KURIKULUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bahan ajar, kami memakai acuan kurikulum dari :&lt;br /&gt;Chaterine Maurice&lt;br /&gt;TK A dan B&lt;br /&gt;SD,&lt;br /&gt;yang disesuaikan dengan kemampuan masingmasing peserta didik atau biasa disebut sebagai IEP (Individual Educational Programme).&lt;br /&gt;Pengembangan IEP sangat bergantung pada “keberhasilan” atau tingkat pemahaman peserta didik terhadap bahan ajar. Setiap bahan ajar yang telah berhasil dipahami peserta didik, akan terus ditingkatkan ketingkat yang lebih sulit dan kompleks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK PENGAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teknik pengajaran untuk mengontrol tingkah laku penyandang autisme, dikenal istilah ABA, ( Applied Behaviour Analisys ), atau metode Loovas. Menurut penelitian Loovas pada tahun 1987 di Amerika, bahwa dengan menggunakan teknik pembelajaran selama 40 jam seminggu selama 2 tahun, terhadap 19 anak autisme yang berusia dibawah 4 tahun, hasilnya 47% bisa hidup normal, penampilan mereka tidak dapat dibedakan dengan sebayanya, baik dari sudut keterampilan sosial maupun akademik. Sementara 42% memperoleh kemajuan pada berbagai bidang, tetapi tidak dapat secara penuh mengikuti pendidikan di kelas regular, dan hanya 11% yang ditempatkan di golongan anak dengan retardasi mental&lt;br /&gt;ABA atau tatalaksana perilaku, adalah ilmu yang menggunakan perubahan perilaku untuk membantu individu membangun kemampuan dengan ukuran tata nilai yang berlaku di masyarakat pada umumnya. Metode ini menggunakan prinsip belajar secara khusus, untuk mengajarkan kontak mata, meniru suara, sikap perilaku saat belajar, dimana pada anak – anak normal, secara alami bisa dilakukan oleh anak – anak biasa.&lt;br /&gt;Semua materi pembelajaran, diberikan secara berulang – ulang dengan pemberian imbalan sebagai rewards positif, seperti makanan, mainan dll.Yang lambat laun, imbalan atas keberhasilan ini,dapat dimodifikasi dengan imbalan sosial, seperti pujian, pelukan dan senyuman.&lt;br /&gt;Dalam pembelajaran ini, ada kurang lebih 500 tugas individual yang perlu diajarkan.. Pengajarannya berlangsung sekitar 2 tahun, secara intensif selama 40 jam seminggu. Individu yang maju pesat umumnya dapat masuk prasekolah dalam 6 – 12 bulan setelah mendapatkan layanan pendidikan secara khusus, dengan metode ini.&lt;br /&gt;Tujuan dilaksanakan proses pembelajaran ini adalah :&lt;br /&gt;1. Timbulnya komunikasi yang efektif dari anak.&lt;br /&gt;2. Sosialisasi ke lingkungan yang umum.&lt;br /&gt;3. Menghilangkan perilaku yang tidak wajar.&lt;br /&gt;4. Mengajarkan materi akdemik, agar dapat memasuki pendidikan lanjutan.&lt;br /&gt;5. Kemampuan bantu diri atau bina diri, dan keterampilan lain yang menunjang aspek kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERIHAL METODE ABA&lt;br /&gt;Kaidah yang mendasari perilaku (behaviour), adalah semua tingkah laku atau tindakan dari individu yang bisa dilihat, didengar, atau dirasakan oleh orang lain atau diri sendiri. Timbulnya sikap atau perilaku didahului oleh suatu sebab Antecednt. Kemudian suatu perilaku akan membeikan suatu konsekuensi. Dikenal dengan suatu rumusan A – B – C (ANTECEDENT – BEHAVIOUR – CONSEQUENCE.), yang disebut Operant Conditioning.&lt;br /&gt;Pengertian dari rumusan ini sangat penting bila kita ingin menghilangkan perilaku “aneh” dari seorang anak. Dengan dasar rumusan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa suatu perilaku autisme juga didahului oleh suatu penyebab. Apabila penyebab itu dapat ditemukan dan kita cegah, maka anak – anak tersebut tidak mempunyai dorongan lagi utnuk menampilkan perilaku – perilaku anehnya.&lt;br /&gt;Selanjutnya apabila suatu perilaku yang dilakukan memberikan akibat atau konsekuensi yang menyenangkan ( imbalan atau reinforcement ), maka perilaku tersebut akan diulang – ulang. Dan sebaliknya apabila suatu perilaku ternyata memberikan akibat yang tidak menyenangkan atau tidak mendapatkan imbalan, maka perilaku tersebut akan dihentikan. Kaidah ini disebut respondent conditioning.&lt;br /&gt;PERILAKU +IMBALAN ---------------- TERUS DILAKUKANPERILAKU – IMBALAN ---------------- AKAN DIHENTIKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK ABA&lt;br /&gt;1. Kepatuhan (compliance) dan kontak mata adalah kunci masuk ke metode ABA.Tapi sebenarnya metode apapun yang dilakukan, apabila anak mampu dan patuh membuat kontak mata, maka semakin mudah mengajarkan sesuatu kepada anak.&lt;br /&gt;2. One on one, adalah metode pembelajaran satu ruangan dengan satu orang pengajar, bahkan 2 orang pengajar, dimana salah satu bertindak sebagai prompter (pemberi prompt /bantuan).&lt;br /&gt;3. Siklus dari Discreate Trial Trainning, yang dimulai dengan instruksi dan diakhiri dengan imbalan.&lt;br /&gt;4. Fading, adalah mengarahkan anak ke perilaku target dengan prompt penuh, dan makin lama prompt makin berkurang secara bertahap sampai akhirnya anak mampu melakukan tanpa prompt.&lt;br /&gt;5. Shaping, mengajarkan suatu perilaku tahap – tahap pembentukan yang semakin mendekati respon yang dituju, yaitu perilaku target.&lt;br /&gt;6. Chaining, ialah mengajarkan suatu yang kompleks, yang dipecah menjadi aktivitasaktivitas yang kecil yang disusun menjadi suatu rangkaian atau untaian secara beruntun. Yang disebut forwardchain dan backchain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-7993134393358875550?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/7993134393358875550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/7993134393358875550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/02/profil-dalta-ozora.html' title='PROFIL DALTA OZORA MADIUN'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Mf2fMRbkce0/R7gaiqxY52I/AAAAAAAAABA/7qK4KU_0H7w/s72-c/hu+dan+mami.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-6884755883479419121</id><published>2008-02-02T16:17:00.000+07:00</published><updated>2008-02-17T18:11:06.789+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:22;"&gt;NAMA LEMBAGA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:22;"&gt;:&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:22;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:';font-size:48;"&gt;D A L T A&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;O Z O R A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:';font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:';font-size:16;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;LEMBAGA BINA ANAK AUTIS DAN ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS. AKTA NOTARIS NO 18, TAHUN 2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;span style="font-size:22;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:22;"&gt;A L A M A T&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:22;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:22;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:';font-size:16;"&gt;Desa Sidomulyo, Rt 11 Rw 3, Kecamatan Sawahan Kab. Madiun. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DA"   style="font-family:';font-size:16;"&gt;63162. Telp 0351 459943&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:22;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:22;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;VISI&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:24;" &gt;Mewujudkan suatu kondisi bagi individu baik yang sehat maupun yang mengalami kekurangan atau cacat fisik dan mental, agar dapat mandiri di kehidupan sosial dan dapat memperoleh pendidikan formal dan informal, secara holistik, dari jenjang pendidikan dasar hingga sekolah menengah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:24;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;MISI&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:24;" &gt;Menyelenggarakan suatu proses pembelajaran, pelatihan dan bimbingan, bagi seluruh masyarakat yang mengalami gangguan di sisi fisik dan mental, agar dapat lebih mandiri, terutama bagi mereka yang masih dalam usia pra sekolah dan sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:24;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;Pendiri&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;:&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;Arief Budhi Santoso&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;Drg.RetnoDewi Sulistiorini, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;Pengurus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;:&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;Partono Kusumowidagdo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;Suprijatin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:24;"&gt;KEGIATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:24;" &gt;Menyelenggarakan suatu proses tata laksana bagi individu usia &lt;/span&gt;&lt;span lang="DA" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:24;" &gt;pra sekolah dan sekolah, yang mengalami hambatan disisi fisik dan mental.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DA" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:24;" &gt;Mengadakan suatu forum sarasehan dan forum diskusi secara berkala, bagi orang tua anak dengan kebutuhan khusus, dan masyarakat umum, yang berminat terhadap gangguan tumbuh kembang anak dan individu yang mengalami gangguan tumbuh kembang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DA" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:24;" &gt;Memberikan suatu informasi bagi masyarakat, melalui media cetak, buletin, media elektronik, tentang hal-hal yang berhubungan dengan gangguan tumbuh kembang anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="DA" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:24;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span lang="DA" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:24;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="DA"  style="font-size:24;"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-6884755883479419121?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://autismadiun.blogspot.com/feeds/6884755883479419121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5063834624729816861&amp;postID=6884755883479419121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/6884755883479419121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/6884755883479419121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/02/nama-lembaga-d-l-t-o-z-o-r-lembaga-bina.html' title=''/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5063834624729816861.post-5990796557039086523</id><published>2008-02-02T16:15:00.000+07:00</published><updated>2008-02-17T18:14:13.871+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEBIJAKAN PEMERINTAH'/><title type='text'>LEMBAGA BINA AUTIS MADIUN</title><content type='html'>&lt;table class="MsoNormalTable" style="WIDTH: 100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="HEIGHT: 11.25pt"&gt;&lt;td style="PADDING-RIGHT: 0cm; PADDING-LEFT: 0cm; PADDING-BOTTOM: 0cm; PADDING-TOP: 0cm; HEIGHT: 11.25pt"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan di &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; selama ini lebih banyak bersifat klasikal-massal, yaitu berorientasi pada kuantitas untuk dapat melayani sebanyak-banyaknya jumlah siswa. Kelemahan yang tampak adalah belum terakomodasikannya kebutuhan individual siswa di luar kelompok siswa normal. Oleh karena potensi siswa tidak dapat disalurkan atau berkembang secara optimal. Atas dasar pemikiran tersebut, maka 3 (tiga) sekolah swasta di Jakarta mulai tahun ajaran 1998/1999 merintis pelayanan belajar bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa dalam bentuk program percepatan belajar (akselerasi), yang mendapat arahan dari Dirjen Dikdasmen. Selanjutnya tahun 2000 pemerintah mencanangkan 11 sekolah di Jakarta sebagai penyelenggara ujicoba program percepatan belajar, dan tahun 2001 ujicoba program tersebut didiseminasikan ke beberapa sekolah di ibukota propinsi.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;B. PENGERTIAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Program Percepatan Belajar adalah salah satu program layanan pendidikan khusus bagi peserta didik yang oleh guru telah diidentifikasi memiliki prestasi sangat memuaskan, dan oleh psikolog telah diidentifikasi memiliki kemampuan intelektual umum pada taraf cerdas, memiliki kreativitas dan keterikatan terhadap tugas di atas rata-rata, untuk dapat menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar mereka.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;C. DASAR HUKUM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Landasan Hukum penyelenggaraan program percepatan belajar adalah :&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang sistem Pendidikan Nasional, kemudian diganti dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;b&gt;Pasal 5 ayat 4 :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;? Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus ? &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Pasal 12 ayat 1 :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;? Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak:? (b) mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya; (f) menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan ?.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;D. TUJUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt; 2 (dua) tujuan yang mendasari dikembangkannya program percepatan belajar bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa :&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 3.6pt; MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Tujuan Umum :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;a. Memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan afektifnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;b. Memenuhi hak asasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan pendidikan bagi dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;c. Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;d. Memenuhi kebutuhan aktualisasi diri peserta didik.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;e. Menimbang peran peserta didik sebagai aset masyarakat dan kebutuhan masyarakat untuk pengisian peran.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;f. Menyiapkan peserta didik sebagai pemimpin masa depan.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 3.6pt; MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;2.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Tujuan Khusus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;a. Memberi penghargaan untuk dapat menyelesaikan program pendidikan secara lebih cepat sesuai dengan potensinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;b. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran peserta didik.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;c. Mencegah rasa bosan terhadap iklim kelas yang kurang mendukung berkembangnya potensi keunggulan peserta didik secara optimal.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;d. Memacu mutu siswa untuk peningkatan keceradasan spiritual, intelektual, dan emosionalnya secara berimabang.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;E. BENTUK PENYELENGGARAAN PROGRAM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Program percepatan belajar dapat diselenggarakan dalam 3 (tiga) bentuk pilihan :&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 3.6pt; MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;1.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Kelas Reguler, dimana siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa belajar bersama-sama dengan siswa lainnya di kelas reguler (model terpadu/inklusif). Bentuk penyelenggaraan pada kelas reguler dapat dilakukan dengan model sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;a. Kelas reguler dengan kelompok (cluster)&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="DA" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa belajar bersama siswa lain (normal) di &lt;b&gt;kelas reguler dengan kelompok khusus.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;b. Kelas reguler dengan pull out&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa belajar bersama siswa lain (normal) di kelas reguler, namun dalam waktu tertentu &lt;b&gt;ditarik dari kelas reguler ke ruang sumber &lt;/b&gt;(ruang khusus) untuk belajar mandiri, belajar kelompok, dan/atau belajar dengan guru pembimbing khusus.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 3.6pt; MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;2.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Kelas Khusus, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;dimana siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa belajar dalam kelas khusus;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-BOTTOM: 3.6pt; MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;3.&lt;span style="FONT: 7pt 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normal"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Sekolah Khusus, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;dimana semua siswa yang belajar di sekolah ini adalah siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;F. LAMA BELAJAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan program belajar bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa &lt;b&gt;lebih cepat &lt;/b&gt;dibandingkan dengan siswa reguler. Pada satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD), dari 6 (enam) tahun dapat dipercepat menjadi 5 (&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;) tahun. Sedangkan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) masing-masing dari 3 (tiga) tahun dapat dipercepat menjadi 2 (dua) tahun. &lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;G. PERSYARATAN PESERTA DIDIK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Siswa yang diterima sebagai peserta program percepatan belajar adalah siswa yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;1. &lt;b&gt;Persyaratan Akademis, &lt;/b&gt;yang diperoleh dari skor rata-rata nilai Rapor, Nilai Ujian Nasional, serta Tes Kemampuan Akademis dengan nilai sekurang-kurangnya 8,00.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;2. &lt;b&gt;Persyaratan Psikologis, &lt;/b&gt;yang diperoleh dari hasil pemeriksaan psikologis meliputi tes kemampuan intelektual umum, tes kreativitas, dan keterikatan pada tugas. Peserta yang lulus tes psikologi adalah mereka yang memiliki kemampuan intelektual umum dengan kategori jenius (IQ &lt;u&gt;&gt;&lt;/u&gt; 140) atau mereka yang memiliki kemampuan intelektual umum dengan kategori cerdas &lt;b&gt;(IQ &lt;u&gt;&gt;&lt;/u&gt; 125)&lt;/b&gt; yang ditunjang oleh &lt;b&gt;kreativitas dan keterikatan terhadap tugas dalam kategori di atas rata-rata.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;3. Informasi Data Subyektif, yaitu nominasi yang diperoleh dari diri sendiri &lt;b&gt;(self nomination)&lt;/b&gt;, teman sebaya &lt;b&gt;(peer nomination)&lt;/b&gt;, orangtua &lt;b&gt;(parent nomination)&lt;/b&gt;, dan guru &lt;b&gt;(teacher nomination)&lt;/b&gt; sebagai hasil dari pengamatan dari sejumlah ciri-ciri keberbakatan.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;4. &lt;b&gt;Kesehatan fisik, &lt;/b&gt;yang ditunjukkan dengan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; keterangan sehat dari dokter.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;5. &lt;b&gt;Kesediaan Calon Siswa dan Persetujuan Orangtua.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;H. KURIKULUM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Kurikulum program percepatan belajar adalah :&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;1. Kurikulum nasional dan muatan lokal yang dimodifikasi dengan penekanan pada &lt;b&gt;materi esensial &lt;/b&gt;dan dikembangkan melalui sistem pembelajaran yang dapat memacu dan mewadahi integrasi antara pengembangan &lt;b&gt;spiritual, logika, etika, dan estetika, serta dapat mengembangkan kemampuan berpikir holistik, kreatif, sistemik, dan konvergen, &lt;/b&gt;untuk memenuhi tuntunan masa kini dan masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;2. Kurikulum nasional dan muatan lokal yang dikembangkan secara &lt;b&gt;berdiferensiasi &lt;/b&gt;untuk memenuhi pendidikan peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa dengan cara memberikan pengalaman belajar yang berbeda dalam arti &lt;b&gt;kedalaman, keluasan, percepatan, maupun jenisnya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;3. Pengembangan &lt;b&gt;kurikulum berdiferensiasi &lt;/b&gt;untuk program percepatan belajar dapat dilakukan dengan melakukan modifikasi kurikulum nasional dan muatan lokal dengan cara sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;a. &lt;b&gt;Modifikasi alokasi waktu, &lt;/b&gt;yang disesuaikan dengan kecepatan belajar bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;b. &lt;b&gt;Modifikasi isi/materi, &lt;/b&gt;dipilih yang esensial;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;c. &lt;b&gt;Modifikasi sarana-prasarana, &lt;/b&gt;yang disesuaikan dengan karakteristik siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa yakni senang menemukan sendiri &lt;b&gt;pengetahuan baru;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;d. &lt;b&gt;Modifikasi lingkungan &lt;/b&gt;belajar yang memungkinkan siswa memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa dapat memenuhi kehausan akan pengetahuan;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 54pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;e. &lt;b&gt;Modifikasi pengelolaan kelas, &lt;/b&gt;yang memungkinkan siswa dapat bekerja di kelas, baik secara mandiri, berpasangan, maupun berkelompok.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;4. Struktur program (jumlah jam setiap mata pelajaran) sama dengan kelas reguler, hanya perbedaannya terletak pada waktu penyelesaian kurikulum tersebut &lt;b&gt;lebih dipercepat &lt;/b&gt;dari pada kelas reguler. &lt;/span&gt;&lt;span lang="DA" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Untuk itu sekolah dapat menyusun &lt;b&gt;kalender pendidikan &lt;/b&gt;khusus untuk program percepatan belajar.&lt;/span&gt;&lt;span lang="DA" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;I. PENDIDIK/GURU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Guru yang mengajar pada program percepatan belajar pada dasarnya sama dengan guru yang mengajar pada program reguler, hanya saja dipilih yang memiliki &lt;b&gt;kemampuan, sikap, dan keterampilan terbaik diantara guru yang ada (the best of the best)&lt;/b&gt;. Berikut ini adalah beberapa persyaratan bagi guru anak berbakat :&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;1. memiliki pengetahuan tentang sifat dan &lt;b&gt;kebutuhan anak berbakat.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;2. memiliki keterampilan dalam mengembangkan &lt;b&gt;kemampuan berpikir tingkat tinggi.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;3. memiliki pengetahuan tentang &lt;b&gt;kebutuhan afektif dan kognitif anak berbakat.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;4. memiliki kemampuan untuk mengembangkan &lt;b&gt;pemecahan masalah secara kreatif.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;5. memiliki kemampuan untuk mengembangkan &lt;b&gt;bahan ajar &lt;/b&gt;untuk anak berbakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;6. memiliki kemampuan untuk menggunakan &lt;b&gt;strategi mengajar perorangan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;7. memiliki kemampuan untuk menunjukkan teknik mengajar yang sesuai.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;8. memiliki kemampuan untuk membimbing dan memberi &lt;b&gt;konseling &lt;/b&gt;kepada anak berbakat dan orangtuanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;9. Memiliki kemampuan untuk &lt;b&gt;melakukan penelitian.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;J. SARANA PRASARANA SEKOLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Sekolah penyelenggara program percepatan belajar adalah sekolah yang memiliki kelengkapan fasilitas belajar berupa prasarana dan sarana penunjang kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswa yang memiliki keberbakatan intelektual tinggi. Beberapa sarana belajar yang diharapkan tersedia diantaranya kelengkapan sumber belajar (seperti buku paket, buku pelengkap, buku referensi, buku bacaan, majalah, modul, lembar kerja, kaset video, VCD, CD-ROM), media pembelajaran (seperti radio, casette recorder, TV, OHP, Wireless, Slide Projector, LD/LCD/VCD/DVD Player, Komputer), serta adanya sarana &lt;i&gt;Information Technology&lt;/i&gt; (IT) : seperti jaringan internet, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;K. SISTEM EVALUASI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Evaluasi yang dilakukan untuk siswa pada program percepatan belajar pada dasarnya sama dengan yang dilakukan pada program reguler, yaitu untuk mengukur ketercapaian materi (daya serap) yang sejalan dengan &lt;b&gt;prinsip belajar tuntas. &lt;/b&gt;Laporan hasil belajar (rapor) siswa program percepatan belajar mempunyai format yang sama dengan rapor siswa program reguler. Namun, pembagian dan tanggal &lt;b&gt;diberikannya rapor sesuai dengan kalender pendidikan &lt;/b&gt;program percepatan belajar yang telah disusun secara khusus.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;L. KEBERADAAN SEKOLAH PENYELENGGARA PROGRAM PERCEPATAN BELAJAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Sampai dengan tahun pelajaran 2002/2003 Dirjen Dikdasmen telah menetapkan &lt;a href="http://www.ditplb.or.id/2007/profile.php?id=61"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:blue;"   &gt;56 sekolah di 17 propinsi di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, sebagai penyelenggara uji coba program percepatan belajar.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Selanjutnya searah dengan kebijakan pemerintah tentang desentralisasi pendidikan dan ditindaklanjuti dengan Pedoman Penyelenggaraan Program Percepatan Belajar, maka mulai tahun 2003/2004 &lt;b&gt;Dinas Pendidikan Propinsi telah menetapkan &lt;/b&gt;sekolah penyelenggara ujicoba program percepatan belajar yang baru. &lt;b&gt;Sumber data dan informasi &lt;/b&gt;mengenai keberadaan sekolah yang dimaksud di Dinas Pendidikan Propinsi.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;M. PEMBINAAN DARI PEMERINTAH &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Agar &lt;b&gt;kualitas &lt;/b&gt;pelaksanaan program percepatan belajar pada sekolah yang telah ditetapkan sebagai ujicoba dapat dicapai dengan baik, maka upaya pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah adalah &lt;b&gt;memfasilitasi kegiatan &lt;/b&gt;yang diperlukan meliputi :&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;1. Penyusunan Pedoman Penyelenggaraan Program Percepatan Belajar di Sekolah;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;2. Pendidikan dan pelatihan program percepatan belajar bagi pembina, kepala sekolah, pengurus yayaysan, guru mata pelajaran pokok;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;3. Seminar dan simposium tentang layanan pendidikan bagi anak berbakat yang melibatkan psikolog, dewan pendidikan, komite sekolah, dan masyarakat;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;4. Pengadaan buku kepustakaan bagi anak yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;5. Melakukan studi dampak pelaksanaan program percepatan belajar bagi siswa berbakat;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;6. Supervisi terhadap sekolah penyelenggara program percepatan belajar;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;7. Lomba karya nyata, seni (suara, drama, baca puisi, lukis, tari, music), ilmu pengetahuan dan teknologi, karya ilmiah bagi siswa berbakat;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;8. Mengembangkan jejaring kerja dengan institusi dalam dan luar negeri yang relevan dalam upaya pemberian layanan program keberbakatan bagi peserta didik;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;9. Melayani konsultasi manajemen penyelenggaraan program keberbakatan kepada sekolah dan masyarakat;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;10. Melaksanakan Studi banding dengan sekolah-sekolah penyelenggara program keberbakatan di dalam dan di luar negeri;&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;11. Monitoring dan evaluasi terhadap implementasi program percepatan belajar di Sekolah.&lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:blue;"   &gt;N. PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;Penyelenggaraan program percepatan belajar di SD, SMP, dan SMA, harus memberi kesempatan kepada peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa tanpa membedakan tingkat strata sosial ekonomi seseorang, dan harus dihindarkan terjadinya kesenjangan antara siswa/akseleran dengan siswa regular. &lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Arial;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;a href="http://www.ditplb.or.id/2007/profile.php?id=59"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:green;"   &gt;Blue Print ICT&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://www.ditplb.or.id/2007/profile.php?id=60"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:green;"   &gt;Akselerasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5063834624729816861-5990796557039086523?l=autismadiun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://autismadiun.blogspot.com/feeds/5990796557039086523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5063834624729816861&amp;postID=5990796557039086523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/5990796557039086523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5063834624729816861/posts/default/5990796557039086523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://autismadiun.blogspot.com/2008/02/lembaga-bina-autis-madiun.html' title='LEMBAGA BINA AUTIS MADIUN'/><author><name>autisme madiun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03247532709998922389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_Mf2fMRbkce0/R7gXxqxY51I/AAAAAAAAAA4/YM7-mlDs7lY/S220/kita.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
